Home » Berita

Pemerintah Kembali Selenggarakan UKOM Kebidanan

31/07/2017

Jakarta – Belmawa.  Direktorat Penjaminan Mutu Ditjen Belmawa Kemristekdikti kembali fasilitasi Uji Kompetensi kebidanan bulan Juli 2017. Penyelenggaraan ini bersifat nasional dikelola di pemerintah pusat oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia bersama MTPK dan Organisasi Profesi.

Bidan merupakan salah satu profesi di bidang kesehatan yang secara khusus menangani kehamilan, persalinan, keadaan setelah melahirkan serta pelayanan-pelayanan paramedis yang berhubungan dengan organ reproduksi. Dengan demikian, profesi ini memerlukan standar kompetensi nasional yang perlu di uji melalui UKOM Kebidanan.

Rahayu Retno Sumarni , Kasubdit Kompetensi Lulusan Ditjen Belmawa ketika dihubungi mengatakan bahwa periode Juli 2017, jumlah  para calon bidan yang mengikuti uji kompetensi  kebidanan sebanyak  12.432 peserta dengan 72 Tempat Uji Kompetensi. Sementara itu, untuk UKOM Perawat, terdapat 12.601 peserta, dengan 113 TUK. Dan, UKOM tenaga Ners akan melibatkan 15.239 peserta di 66 TUK. Ia menambahkan.

Untuk menjadi seorang bidan,  menurut Retno,  tidaklah mudah karena adanya  syarat serta aturan yang harus ditempuh oleh seorang bidan yang baru lulus. Syarat –syarat tersebut adalah memiliki sertifikat lulus ujian kompetensi untuk memiliki STR,  SIK, dan memiliki SIPP.

Retno menambahkan, “sesuai dengan UU No 20 Th 2003,  dalam  Pasal 61 ayat 3 disebutkan bahwa Sertifikat kompetensi diberikan oleh penyelenggara pendidikan dan lembaga pelatihan kepada peserta didik dan warga masyarakat sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi, “ Ujarnya.

Hj Rosmawati Ibrahim, Direktur Akbid Pelita Ibu Kendari , ketika diwawancarai terkait UKOM Kebidanan di Kendari, mengatakan bahwa UKOM ini sebagai Ujian Kompetensi memang wajib dilakukan karena sudah ada undang-undang yang mengaturnya. “Mereka kan bekerja dilingkungan rumah sakit, menangani hal-hal yang berhubungan dengan nyawa seseorang. Oleh karena itu, mereka harus terampil. Professional dan memiliki standar kompetensi agar para pasien merasa nyaman karena ditangani tenaga kebidanan yang luus UKOM.  Mudah-mudahan dengan adanya sistem kendali mutu dan uji kompetensi ini, bidan yang ada di Indonesia bukan hanya banyak, tapi juga berkualitas,” ungkap Rosma.

Di akhir Ujian Kompetensi ini, para mahasiswa yang diwawancarai,  memberikan catatan  bahwa UKOM sangat penting karena seluruh tenaga kesehatan (bidan) mendapatkan kompetensi yang sama di seluruh Indonesia, dan menjadi standar yang pasti. mereka juga tidak mendapatkan kendala pada saat pelaksanaan UKOM. Soal-soal tidak terlalu sulit, namun ada istilah-istilah yang belum dikenal oleh peserta. (abdoels/editor/HKLI)