Home » Berita

Intan Ahmad: Guru Adalah Profesi Terhormat, Harus Kita Jaga

24/07/2017

Yogyakarta – Belmawa. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Prof. Intan Ahmad hadir dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Penentuan Kelulusan Hasil Seleksi dan Proses Pembelajaran Program Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Bersubsidi Tahun 2017.  Acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran Ditjen Belmawa ini juga dihadiri oleh Rektor UNIMED, UNM, dan Tim Ahli PPG dari UNNES, UNJ, UNY, serta perwakilan dari Ditjen GTK, Kemdikbud.  PPG ditujukan untuk menyiapkan dan menghasilkan guru yang profesional dan bermutu tinggi. Data Kemdikbud mencatat bahwa Indonesia kekurangan guru produktif professional sekitar 91.861 guru.

“Selama bisa menyeleksi dengan baik dan ada tingkat kompetisinya, maka hasilnya pun akan baik dan saya amat mengapresiasi proses seleksi PPG yang sudah berjalan”, kata Intan. Ke depan, realitasnya sarjana pendidikan harus bisa mengikuti Program PPG untuk menjadi guru profesional, mengingat kebutuhan guru semakin meningkat. Selain itu,  pendistribusian guru juga harus diperhatikan agar tidak terjadi ketimpangan antar wilayah. “Guru adalah profesi terhormat, harus kita jaga. Di Singapura, Jepang, Finlandia, yang menjadi guru adalah orang-orang pilihan. Namun demikian, keberhasilan pendidikan tidak selalu menuntut profesionalitas guru, peranan orang tua juga diperlukan ”, tambahnya.

Dalam diskusi, Paristiyanti, Direktur Pembelajaran, menyampaikan bahwa selama ini banyak komentar  mutu guru masih kurang baik, maka tahun 2017 ini, Ditjen Belmawa Kemenristekdikti memberikan kesempatan terbuka bagi lulusan fresh graduate Sarjana/DIV baik Kependidikan maupun non Kependidikan untuk mengikuti Program PPG Prajabatan Bersubsidi.  Seleksi dilaksanakan secara ketat, melalui dua tahapan, yaitu seleksi akademik online dan seleksi bakat, minat, dan kepribadian.  Melalui kedua seleksi tersebut, diharapkan akan dapat dihasilkan calon guru profesional yang bermutu baik sesuai harapan masyarakat. “Dari 23.127 pendaftar, hasil seleksi untuk Program PPG SMK dan  PPG Umum yang lulus  dan diberikan kesempatan untuk mengikuti Program PPG sebanyak 4.661 orang”, ungkap Paris. Seleksi dilakukan di 34 LPTK yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan passing grade kelulusan seleksi untuk PPG SMK 50, sedangkan untuk PPG Umum 60.

Untuk Seleksi berikutnya, passing grade untuk kedua program tersebut adalah sama yaitu 60. Pada akhir Program PPG, peserta nantinya akan mengikuti Uji Kompetensi Nasional, dengan Nilai Batas Lulus yang ditentukan adalah 70 sesuai dengan PP 74 Tahun 2008 yang disempurnakan dengan PP 19 Tahun 2017. Outcomes program PPG Prajabatan Bersubsidi ini adalah meningkatnya peringkat PISA (Program for International Student Assessment) dan TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study), Indonesia di tingkatan ASEAN/Global, sehingga peranan guru menjadi dominan. Hal ini demi mewujudkan generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing.

Acara FGD diakhiri dengan Penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Nilai Batas Lulus   Seleksi dan UTN PPG Prajabatan Bersubsidi Tahun 2017. (Andri/Editor/HKLI)