ICT Global Startup Program 2017 di Korea Selatan untuk Wirausaha Pemula

Wawancara1Belmawa- Jakarta. Kerja sama antara Propinsi Gyeonggi, Korea Selatan dan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) yang ditandatangani pada Mei 2016 telah dilaksanakan the Gyeonggi ICT Global Startup Program 2017.

Guna pelaksanaan seleksi tahun kedua ini, 6 (enam) orang delegasi Korea Selatan, dipimpin oleh Dr. Minkoo Kim, Dekan dari Graduate School of Information and Communication Technology, Ajou University, berkunjung ke Indonesia pada Selasa, 4 Juli 2017. Bersama dengan Intan Ahmad, Dirjen Belmawa dan Paristiyanti Nurwardani, Direktur Pembelajaran melakukan pembahasan sebelum pelaksanaan seleksi ICT Global Program 2017. Pada kesempatan itu, Dr. Kim juga memaparkan ICT Global Program 2017 secara detil dan tanya jawab dengan para peserta seleksi yang terdiri dari 23 mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Del (IT Del), Politeknik Negeri Bandung dan Politeknik Negeri Batam.

ICT Global Startup adalah program internship mahasiswa Indonesia di Korea Selatan dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) selama 4 – 5 bulan. Program kerja sama ini akan berlangsung selama 3 (tiga) tahun, ini adalah kerja sama antara Kementerian Ristekdikti, Propinsi DKI Jakarta, Propinsi Gyeonggi dan Ajou University. Tujuan program internship yaitu; 1) Menumbuh-kembangkan potensi kewirausahaan (entrepreneurship) mahasiswa Indonesia berbasis ICT; 2) Memperkuat kompetensi dalam bidang industri TIK di Indonesia; 3) Mengembangkan dan memperkuat jejaring Star-Up di dunia; 4) Menciptakan peluang bisnis berbasis industri TIK di Indonesia; dan 4) Mendorong jalinan kerja sama antara perusahaan-perusahaan berbasis TIK di Korea dan Indonesia. Wawancara2

Program ICT Global Startup 2017 akan dilaksanakan pada 16 Agustus s.d. 20 Desember 2017. Program dilaksanakan di Ajou University, dunia usaha, pusat-pusat riset dan pusat pembinaan/incubator kewirausahaan (Startup Campus). Hal yang menarik pusat-pusat riset, Star-Up Campus dan dunia usaha berada dalam 1 (satu) kawasan khusus industri bernama Pan Gyo Techno Valley dan Gwang-Gyo Techno Valley. Programnya antara lain yaitu Advance Android Programming, mobile networks, mobile web application, internet of things, face recognition based on image processing & deep learning, Bahasa Korea, workshop ICT, kuliah dan praktis bisnis, pengembangan proyek usaha ICT, dan lain-lain. Pemerintah Korea khususnya Provinsi Gyeonggi memfasilitasi pembiayaan seperti biaya kegiatan, akomodasi asrama di Ajou University, biaya hidup US$570/bulan, tiket pesawat pp. Indonesia – Korea.

Kebijakan Dirjen Belmawa bahwa perguruan tinggi peserta kegiatan ini dilaksanakan bergantian. Tahun 2016 ditetapkan dan telah dilaksanakan oleh 20 peserta dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI). Tim Seleksi Korea melakukan verifikasi data dan melakukan wawancara bagi seluruh peserta. Terdapat beberapa kriteria seleksi seperti kemampuan berbahasa Inggris, kesehatan, pengetahuan, pengalaman, transkrip nilai, dan lain-lain. Beragam pertanyaan diajukan kepada peserta untuk memperoleh informasi beragam hal dari peserta yang menantang mahasiswa. Secara umum, mahasiswa dapat memberikan respond dan jawaban secara baik.

Hasil akhir seleksi ditetapkan 10 peserta yang lulus untuk mengikuti ICT Global Program 2017, yaitu: Tri Aldy Kurniawan Hadi Saputra (Poltek Negeri Batam), Kezia Ayuningtyas (Poltek Negeri Batam), Sun Win Christofer (Poltek Negeri Batam), Anne Annisa Aulia (ITS), Hilma Kamila (ITS), Muhammad Habibur Rahman (ITS), Rinaldy Ardyansyah Rukman (Poltek Negeri Bandung), Rahmat Zulfikri (Poltek Negeri Bandung), Marthin Satrya Pasaribu (IT Del), dan Adi Wibowo Panjaitan (IT Del). Peserta akan berangkat ke Korea Selatan pada 15 Agustus 2017 ke Korea. Mereka menjadi duta-duta terbaik bangsa untuk meraih sukses di masa depan dan untuk pembangunan bangsa Indonesia. Melalui program ini diharapkan akan semakin memperkuat hubungan Indonesia – Korea Selatan. (hs/editor hkli)