Home » Berita

Mohamad Nasir : Jangan Lupa, Keterampilan Itu Penting

20/05/2017
Peninjauan Ujian Praktik SBMPTN Universitas Negeri Makassar

Makassar – Belmawa. Usai melakukan peninjauan ujian tulis SBMPTN di Universitas Tadulako Palu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir tinjau ujian keterampilan/praktik SBMPTN 2017 di Universitas Negeri Makasar (UNM) pada Rabu (17/5). Ditemani Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Intan Ahmad, Ketua Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN Ravik Karsidi, dan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Husain Syam, Nasir langsung menuju ke Stadion UNM untuk melihat ujian praktik atletik.

“Sudah sarapan pagi belum?” tanya Nasir kepada peserta SBMPTN. Tak pelak mereka pun menjawab sambil tertawa, ada yang menjawab sudah dan ada yang jawab belum. Antusiasme peserta amat dirasakan, ini terlihat dari banyaknya peserta yang menunggu di lapangan stadion walaupun cuaca sangat terik dan panas sekali. Jumlah peminat prodi keolahragaan sendiri di UNM sekitar 1.722 orang.

DSC_1293“Sekarang siap-siap ya, kita akan lomba lari 1600 meter/ 5 putaran keliling lapangan stadion untuk tes ketahanan tubuh,” tutur Nasir yang didapuk untuk mengibarkan bendera tanda uji atletik dimulai. Peserta ujian praktik lalu bersiap mengikuti lajur yang sudah disediakan oleh panlok.

Nasir pun ditengah lapangan sempat bercengkerama dengan para peserta yang sedang antre untuk ujian. Dan memberikan sedikit nasehat untuk para peserta ujian praktik.

“Semoga dapat diterima di UNM ya, ingat keterampilan juga amat dibutuhkan oleh kita semua, ingat0 keterampilan itu penting,” ujarnya.

Nasir mengatakan itulah pentingnya ujian SBMPTN yang memilih prodi bidang keterampilan, praktik diperlukan. Untuk memenangkan kompetisi di era global, menurut Nasir tak hanya jiwa, tapi raga juga harus kuat. Apalagi menurut Nasir misalnya lulusan dari UNM nantinya diharapkan akan menjadi pendidik yang baik, sehingga jiwa raga harus sehat.

Di UNM Menteri Nasir juga melihat ujian keterampilan di bidang kesenian. Didapatkan oleh Nasir ada peserta penyandang disabilitas yang sedang mengikuti ujian dan didampingi serta dibantu oleh pengawas.

“Ini salah satu contoh baik bahwa semua berhak mendapatkan hak yang sama untuk bersaing masuk ke PTN yang diinginkan. Jadi tidak ada halangan untuk anak-anak kita masuk ke prodi yang di inginkan, contohnya seni ini, siapapun calon mahasiswa bebas bersaing,” tuturnya. (DZI/Editor/DRT)

Gallery