Home » Berita

Hangatnya Persaingan Mutu Perguruan Tinggi

06/05/2017

Jakarta – Belmawa. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tak henti-hentinya menyerukan pentingnya budaya mutu dalam pendidikan tinggi. Hal tersebut yang kembali ditegaskan oleh Direktur Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Aris Junaidi di hadapan rekan-rekan media pada Coffee Morning yang diselenggarakan Jumat lalu (5/5). 

Coffee Morning merupakan agenda rutin Kemenristekdikti, yang dilaksanakan untuk menyampaikan program-program kementerian kepada pers, agar program-program tersebut dapat dipahami oleh masyarakat luas. Pada minggu pertama Mei ini, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan mendapatkan kesempatan untuk mengisi kegiatan tersebut, dengan mengangkat topik mengenai Penjaminan Mutu.

20170505 Coffee Morning Penjaminan Mutu_002Dalam kegiatan tersebut, Direktur Penjaminan Mutu Aris Junaidi memaparkan tentang pentingnya menjaga budaya mutu perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan-tantangan nasional, seperti tingginya disparitas kualitas perguruan tinggi. Indonesia memiliki 4.472 perguruan tinggi, namun hanya 50 perguruan tinggi yang terakreditasi A. Tentu pemerintah tidak membiarkan hal ini berlarut lebih lama dan bertindak untuk menerapkan budaya mutu kepada perguruan tinggi di Indonesia.

Aris menyampaikan bahwa saat ini terdapat 124 Perguruan Tinggi (PT) Negeri, 3.127 PT Swasta, 175 PT Kementerian/Lembaga, 968 PTAS, dan 78 PTAN. Dari jumlah tersebut, data dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menunjukan bahwa hanya 1.131 perguruan tinggi yang terakreditasi, dengan 4% PT terakreditasi A, 31% PT terakreditasi B, dan 65% PT terakreditasi C. Sisanya sebanyak 3.340 perguruan tinggi masih belum terakreditasi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perlunya penanganan secara statistik dan serius untuk mengatasi permasalahan mutu perguruan tinggi, untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

20170505 Coffee Morning Penjaminan Mutu_004Dalam pemaparan topik Penjaminan Mutu tersebut, Aris didampingi oleh Kepala Sub Direktorat Pengembangan Sistem Mutu Syahrul Aminullah, Kepala Sub Direktorat Penguatan Mutu Antari Wahyuningsih, dan Kepala Sub Direktorat Kompetensi Rahayu Retno Sunarni. Topik yang dipaparkan terdiri dari empat (4) program strategis Kemenristekdikti yang dijalankan melalui Direktorat Penjaminan Mutu, yaitu Program Asuh Menuju Prodi Unggul, Program Penguatan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis), Klinik Sistem Penjaminan Mutu (SPMI) Online,  dan Uji Kompetensi Lulusan.

Sebagai sebuah Direktorat yang masih terhitung muda di lingkungan Belmawa, Direktorat Penjaminan Mutu mengambil langkah tegas dalam menyelenggarakan program yang dijalankan demi tercapainya mutu internal perguruan tinggi. Keempat kegiatan prioritas dimaksud merupakan mata rantai yang saling terkait dalam meningkatkan layanan, menumbuhkan budaya serta meningkatkan mutu program studi melalui penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada perguruan tinggi, yang dilaksanakan dengan program pengasuhan oleh perguruan tinggi unggul, yang selanjutnya di uji secara nasional sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten. (HLMY/Editor/HKLI)

Gallery