Home » Berita

DIrektorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dorong Percepatan Implementasi Inpres no. 9 Tahun 2016

17/04/2017

Semarang – Belmawa. Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia Indonesia, Presiden Joko widodo pada tanggal 9 September 2016 telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan untuk Peningkatan Kualitas dan Sumber Daya Manusia Indonesia.

Inpres ini secara umum ditujukan kepada para Menteri Kabinet Kerja, Kepala BNSP, para Gubernur, namun Presiden juga memberikan tugas khusus kepaada 11 Kementerian/Lembaga. Dalam penugasan ini,  Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendapat tugas khusus untuk mempercepat penyediaan guru kejuruan SMK melalui pendidikan penyetaraan dan pengakuan, dan  mengembangkan program studi di perguruan tinggi untuk menghasilkan guru kejuruan yang dibutuhkan SMK.

Menindaklanjuti hal tersebut di atas, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan melalui Direktorat Pembelajaran melakukan program dan kegiatan yang mendorong percepatan implementasi peningkatan kualitas dan sumber daya manusia Indonesia melalui penyetaraan, pengakuan dan pengembangan program studi di perguruan tinggi.

Bentuknya , pada 7 – 9 April 2017 Direktorat Pembelajaran melaksanakan kegiatan Review eksternal dan FGD penyelarasan set soal seleksi masuk mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Reguler di Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penyiapan pendidikan profesi guru di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) baik untuk guru umum maupun guru kejuruan (SMK). Hal lain dengan melakukan rangkaian kegiatan berupa penyiapan Permenristekdikti tentang Standar Profesi Guru, Permenristekdikti tentang LPTK penyelenggara program PPG, penyusunan panduan pelaksanaan PPG, seleksi masuk bagi mahasiswa calon guru, pengembangan proses belajar dan mengajar dan program lainnya  dijalankan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kelembagaan serta Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 FGD ini bertujuan untuk menyiapkan soal seleksi masuk bagi mahasiswa calon guru guna mendapatkan calon mahasiswa yang mampu menjadi guru yang profesional, berilmu dan berkarakter, soal-soal seleksi masuk sebanyak 38 bidang studi terdiri dari 28 (dua puluh delapan) bidang studi umum dan 10 (sepuluh) bidang vokasi/kejuran. FGD yang dipandu oleh Tim Pengembang Soal Seleksi Ditjen Belmawa ini menjadi sangat penting untuk dilaksanakan karena output yang hasilkan dari FGD ini selain akan akan menghasilkan soal-soal seleksi masuk, juga akan menjadi bahan analisis bagi pimpinan dalam menyusun proses pembelajaran di LPTK.edi mulyono-semarang1

Fokus Grup Diskusi ini dibuka oleh Edi Mulyono ( Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Profesi ) mewakili Direktur Pembelajaran.  Dalam sambutan dan pengarahannya, beliau antara lain menyampaikan bahwa selain untuk mempercepat implementasi inpres No. 9 Tahun 2016 kegiatan ini juga ditujukan untuk mempersiapkan lulusan yang mampu menghadapi tantangan dan persaingan global, ratifikasi Indonesia di berbagai konvensi internasional serta menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) maka penyiapan soal-soal seleksi juga harus mampu menjawab persoalan tersebut diatas.

Dalam FGD ini, seluruh peserta merupakan tim yang bertugas melakukan reviu terhadap soal-soal yang telah dibuat oleh tim sebelumnya, tim tersebut terdiri dari dosen LPTK dan dosen perguruan tinggi vokasi ( politeknik) dari berbagai bidang ilmu, dan masing-masing bidang ilmu diselesaikan oleh 2 (dua) orang dosen sesuai dengan bidang keilmuannya.

Tindak lanjut dari FGD ini diharapkan soal-soal yang telah direvisi dapat dicapture dan dimasukan kedalam sebuah sistem online sehingga dapat mempermudah dan mempercepat proses seleksi masuk bagi mahasiswa calon guru dan mempercepat implementasi Inpres No.9 Tahun 2016. .(Edimul//editor/HKLI)