Uji Kompetensi Nasional Tenaga Kesehatan Tingkatkan Standarisasi Lulusan dan Daya Saing

 

UKOM tenaga KeperawatanJakarta – Belmawa. Salah satu aspek penting dalam pembangunan kesehatan di Indonesia adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan. Problem SDM kesehatan terutama dokter, bidan dan perawat di Indonesia saat ini adalah jumlah yang tidak memadai dan distribusi yang tidak merata. Hal ini berdampak terhadap kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pemerataan tenaga kesehatan , termasuk tenaga keperawatan di dalamnya, menjadi tanggung jawab Pemerintah Republik Indonesia.

Bentuk peningkatan SDM tenaga kesehatan yang diupayakan, diantaranya,  melalui Program Uji Kompetensi Tenaga Keperawatan Indonesia. UKOM diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang didasarkan pada kualitas. Selain itu program ini juga dapat menyeleksi para lulusan keperawatan dalam mendapatkan haknya sebagai pemberi asuhan.

Sari Mulyati SKP, M.kes, Pengawas Pusat yang bertugas di STIKES Cirebon menyampaikan, “Dengan UKOM ini, kita dapat menilai kompetensi peserta yang menjadi penilaian kualitas. Dengan UKOM, para perawat yang bekerja dengan manusia di rumah sakit, dapat memberikan rasa aman kepada pasien. Disamping itu, UKOM juga dapat dijadikan sebagai tolok ukur mutu proses pembelajaran di perguruan tinggi/ poltekes/stikes. dan sebagai feedback, institusi pengguna harus mengikuti regulasi ya”, ungkapnya .

Seperti diketahui, uji kompetensi nasional ini merupakan amanat dari UU 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan dan UU 38/2014 tentang Keperawatan.

Jumlah mahasiswa program studi Diploma III Keperawatan, DIII Kebidanan dan Profesi Ners, cukup tinggi pada  tahun 2017 ini.   Oleh karena itu, uji kompetensi nasional ditambah 1 (satu) periode, menjadi 3 periode per tahun. Penambahan ini diputuskan setelah staff kesekretariatan semakin berpengalaman, bank soal semakin banyak dengan soal berkualitas dan system registrasi online yang lebih handal. Panitia Regional juga dinilai lebih mampu menjalankan secara mandiri pelaksanaan administrasi ujian nasional. Sabtu, 18 Maret 2017 telah dilaksanakan uji kompetensi program DIII Keperawatan dengan jumlah peserta 19.420. Peserta terbanyak di wilayah regional IV (Sulawesi, Maluku dan Papua) berjumlah 6.645 peserta, diikuti oleh regional II (Jawa tengah, DIY, DKI, Jabar, sebagian Sumatera dan Kalbar) sebanyak 6.217 peserta. Regional I (Aceh dan sebagian sumatera) sebanyak 3.359 dan Regional III (Jatim, Bali, NTB, NTT dan sebagian besar Kalimantan) sebanyak 3.199 mahasiswa.stikes cirebon1

Sementara itu,  untuk Sabtu, 25 maret 2017 mendatang, akan ada uji kompetensi program DIII Kebidanan dengan jumlah peserta 25.134 peserta. Sama seperti perawat, pelakasanaan dibantu oleh 4 Panitia Regional dengan jumlah sebaran terbanyak di Regional IV. Ujian Nasional Program Diploma III Keperawatan dan Kebidanan menggunakan system paper based examination (PBT) dengan jumlah soal 180, pilihan ganda dengan 5 options. Berbeda dengan program profesi Ners, ujian menggunakan computer based examination (CBT).

Uji kompetens nasional program profesi ners akan dilaksanakan tanggal 1-3 April 2017,  dengan maksimal pelaksanaan di beberapa CBT centers hingga 6 gelombang ujian (3 hari). Hal ini dikarenakan keterbatasan laboratorium computer yang sesuai dengan kriteria sebagai CBT Centers. Diharapkan semakin banyak kampus penyelenggara program profesi ners memiliki system komputerasi kampus untuk mendukung pembelajaran modern. Komputerisasi kampus yang baik akan semakin mudah penyelenggaraan ujian dengan metode CBTumlah peserta ujian program profesi ners periode ini mencapai 22.083 peserta.

Ujian periode 2 tahun 2017 akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juli (bidan), 29 Juli (perawat) dan 5-6 Agustus (ners). Selanjutnya, ujian peride 3 tahun 2017 akan dilaksanakan pada 7 Oktober (bida), 14 Oktober (perawat) dan 21-23 Oktober (ners).  Diharapkan uji kompetensi ini dapat meningkatkan standarisasi kompetensi lulusan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan nasional. Selain itu, standarisasi juga merupakan tuntutan jaman agar dapat berkompetisi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN dan di tingkat global mengingat kebutuhan perawat di luar negeri sangat besar.

Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran hingga pengumuman dapat diperoleh melalui web www.ukperawat.ristekdikti.go.id, www.ukbidan.ristekdikti.go.id, atau www.ukners.ristekdikti.go.id sesuai dengan program studi yang ingin diketahui. (Retno-abdoels/editor/HKLI)