Home » Berita

Didin Wahidin: Mahasiswa Cerdas Menciptakan Generasi Emas

19/03/2017

Palangkaraya – Belmawa. Pentingnya budaya mutu untuk dikembangkan di pendidikan tinggi Indonesia sudah menjadi urgensi yang tak dapat dihindari. Tak hanya mutu secara institusional saja, mutu mahasiswa juga perlu menjadi sorotan, terutama di luar akademik seperti kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Hal tersebut yang dibahas dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kopertis Wilayah XI yang dilaksanakan Sabtu lalu (18/3).

Koordinator Kopertis Wilayah XI Idiannor Mahyudin membuka acara hari kedua dengan menjelaskan secara singkat kondisi PTS di Kopertis Wilayah XI. Menurut Idiannor, aspek kemahasiswaan di PTS Kopertis Wilayah XI Kalimantan sudah mengalami perkembangan. “Kegiatan olahraga, organisasi mahasiswa, dan kewirausahaan sudah mulai meningkat,” tegasnya.

Hal tersebut disambut baik oleh Direktur Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Didin Wahidin. Membuka paparannya, Didin menegaskan bahwa sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia adalah swasta, sehingga Perguruan Tinggi Swasta (PTS) juga harus menjadi sorotan, tidak hanya dalam kegiatan akademiknya, namun juga kegiatan kemahasiswaan.

DSC_8299“Kegiatan kemahasiswaan belum diaplikasikan dalam kebijakan-kebijakan di perguruan tinggi Indonesia. Masih banyak perguruan tinggi yang menganggap kegiatan kemahasiswaan hanya merupakan kegiatan sampingan, padahal esensi dalam kegiatan-kegiatan tersebut yang membentuk karakter mahasiswa yang berdaya saing dan 80% kegiatannya mengarah pada pengembangan soft skill yang mereka butuhkan dalam dunia kerja nanti,” tegas Didin.

Didin juga menjelaskan bahwa melalui kegiatan ekstrakurikuler dan ko-kurikuler, mahasiswa dibentuk agar selalu berprinsip pada konsep think big and push beyond the potentials. “Hal tersebut menunjukkan bahwa tujuan utama kegiatan kemahasiswaan adalah untuk menghilangkan inferiority syndrome pada mahasiswa, untuk meyakinkan pada diri masing-masing mahasiswa bahwa mereka memiliki kemampuan lebih untuk berkontribusi terhadap tujuan besar kita dalam hidup berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kemahasiswaan tersebut menjelaskan secara singkat mengenai grand design kegiatan kemahasiswaan yang berpangkal pada utuhnya pendidikan tinggi di Indonesia, yaitu melalui enam (6) kegiatan dasar yang tertuang pada heksagon kemahasiswaan, yaitu bidang pengembangan penalaran dan kreativitas, bidang kesejahteraan dan kewirausahaan, bidang minat, bakat hobi dan ormawa (organisasi kemahasiswaan), bidang penyelarasan dan pengembangan karir (relevansi), pengembangan mental spiritual (keagamaan) dan bela negara (keindonesiaan), serta internasionalisasi. Keseluruhan program tersebut bertujuan untuk membentuk pribadi manusia Indonesia yang utuh.

IMG_0583Usai paparan, dilakukan penyampaian penghargaan terhadap Perguruan Tinggi Swasta yang meraih akreditasi institusi B dan Perguruan Tinggi Swasta yang meraih akreditasi program studi B. (DRT/Editor/HKLI)

 

 

 

Gallery