Home » Berita

Sistem Penjaminan Mutu Untuk SPADA

16/03/2017

Jakarta – Belmawa. Masih sebagai agenda lanjutan kerja sama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan pemerintah Australia, dalam hal ini adalah Tertiary Education Quality and Standards Agency (TEQSA), diselenggarakan International Seminar on Quality Assurance of Online Learning pada Selasa lalu (14/3), dengan mengundang Kopertis Wilayah III serta perwakilan dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di kawasan Jabodetabek.

Membuka acara tersebut, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Intan Ahmad menjelaskan pentingnya pendidikan online di Indonesia, sebagai salah satu sistem untuk mencapai misi Pendidikan Tinggi di Indonesia, yaitu perbaikan akses, relevansi, dan kualitas pendidikan tinggi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Akan tetapi, kita juga harus memahami keterbatasan apa saja yang dihadapi oleh Indonesia dalam penyelenggaraan sistem Pembelajaran Online, sehingga diperlukan sistem Penjaminan Mutu yang jelas untuk program ini,” lanjut Intan.

Terkait dengan hal tersebut, Director of Engagement Group TEQSA Karen Treloar memaparkan Standar dan Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi yang diterapkan oleh TEQSA di Australia, yang secara konsisten menerapkan sistem yang berbasis standar dan resiko. Begitu pula untuk sistem Pembelajaran Online, TEQSA memiliki suatu toolkit yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan sistem Penjaminan Mutu, yang terdiri dari sembilan (9) Quality Domains yang mencakup lingkup Budaya Inovasi, Keterlibatan Mahasiswa, dan Pencapaian Mahasiswa.

Menurut Karen, pedoman tersebut sangat penting dalam pelaksanaan sistem Pembelajaran Online, agar proses pembelajarannya dapat dilakukan secara optimal dengan menyasar hasil yang maksimal. Tidak hanya itu, pedoman tersebut juga bertujuan untuk menjamin tim pengajar yang dipilih agar mampu mengajar dengan sistem pembelajaran yang dilakukan di kelas-kelas virtual, serta untuk menjamin mahasiswa yang mendaftar memang berkomitmen untuk melakukan perkuliahan secara online. “Untuk itulah sistem penerimaannya harus matang dan sesuai dengan pedoman, untuk mencegah mahasiswa agar tidak gagal,” lanjutnya.

1 _MG_3052Menyambung paparan Karen, Direktur Jenderal Belmawa Intan Ahmad menyampaikan kondisi pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya terkait sistem Pembelajaran Jarak Jauh dan Pembelajaran Online. Saat ini, sudah ada lima (5) perguruan tinggi yang menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh dan dua belas (12) perguruan tinggi yang menerapkan sistem Pembelajaran Online, yang di Indonesia dikenal dengan Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA).

“Seiring perubahan era, cara penyampaian perkuliahan juga ikut berubah, untuk itu kami memanfaatkan korespondensi, multimedia, dan Information and Communications Technology (ICT) dalam sistem Pembelajaran Jarak Jauh, termasuk untuk SPADA,” jelasnya.

Untuk memberikan gambaran umum kondisi sistem Pembelajaran Online di Indonesia, Kepala Pelayanan dan Pengembangan Sumber Daya Pembelajaran Universitas Indonesia (UI) Gatot Fatwanto Hertono memaparkan sistem penjaminan mutu untuk Pembelajaran Jarak Jauh di UI. Gatot menyampaikan bahwa salah satu bentuk komitmen UI untuk hal tersebut adalah adanya Kantor Sumber Daya Pembelajaran (KSDP).

“Standar yang kami terapkan di UI untuk sistem Pembelajaran Jarak Jauh di Indonesia meliputi beberapa komponen seperti manajemen, teknologi dan fasilitas, sumber daya manusia, konten materi perkuliahan, desain perkuliahan, hingga penjaminan mutu yang mencakup kompetensi mahasiswa dan monev (monitoring and evaluation). Seluruh komponen tersebut sudah ter-sistematisasi dengan ICT,” papar Gatot.

Dari seminar tersebut, dapat disimpulkan bahwa masih banyak perbaikan yang harus dilakukan dalam menerapkan sistem Pembelajaran Online di Indonesia, salah satunya adalah perlunya suatu toolkit yang dijadikan sebagai pedoman penjaminan mutu untuk Pembelajaran Online di Indonesia. Tugas Direktorat Jenderal Belmawa selanjutnya adalah menyusun Sistem Standar dan Penjaminan Mutu untuk Pendidikan Online dan Jarak Jauh, dengan berkolaborasi dengan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan Staf Ahli Bidang Akademik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Dalam hal ini, TEQSA akan membantu dalam penyusunannya. (DRT/Editor/HKLI)