Home » Berita

Intan Ahmad : Karena Masa Depan Itu Perlu Dirancang Dari Awal

16/03/2017

Semarang – Belmawa. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad menghadiri Rapat koordinasi paguyuban pimpinan bidang akademik Perguruan Tinggi Swasta kopertis Wilayah VI Jawa Tengah. Intan hadir sebagai narasumber diacara  seminar peningkatan penyerapan lulusan perguruan tinggi melalui sertifikasi profesi. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Gedung A, Kopertis Wilayah VI pai Jum’at 10 Maret 2017. Intan tidak lupa mengucapkan selamat kepada kepengurusan paguyuban pimpinan bidang akademik PTS Kopertis wilayah VI Jawa Tengah yang dilantik langsung oleh Koordinator Kopertis Prof Dr DYP Sugiharto MPd Kons.

 Intan Ahmad dalam paparannya, menyampaikan bahwa   “kegiatan bersama yang kita lakukan saat ini adalah bukan saja bicara tentang proses pendidikan, tentang kuliah, lulusan, tetapi tujuan kita  juga melalui pendidikan tinggi ingin membuat Indonesia lebih sejahtera”.

Untuk meningkatan penyerapan lulusan Perguruan Tinggi (PT) yang perlu dilakukan oleh para penggiat akademik seperti  dosen, rektor, dan direktur adalah perlu mengevaluasi mengapa ada lulusan yang mudah memperoleh pekerjaan dan ada yang sulit mendapatkannya. Melalui program sertifikasi profesi harapannya adalah dapat meningkatkan kemampuan, dan membuat mahasiswa lebih kompeten dibidangnya.

Intan Ahmad menyampaikan bahwa sistem pendidikan di Indonesia sangat kompleks dimana jumlah PT kita hampir 4500, dibandingkan dengan Uni Eropa  yang kurang dari  4000 PT, bahkan negara Tiongkok dengan penduduknya mencapai jumlah 14 Miliar jiwa hanya sekitar 2000 PT.

“Masalah yang dihapi saat ini adalah disparitas kualitas, dimana ada sebahagian Perguruan Tinggi yang masuknya luar biasa susahnya, tetapi Perguruan tinggi lain masih tersedia banyak kuota.  Sedangkan untuk  menjadi mahasiswa yang baik tentu harus diseleksi. Jumlah mahasiswa saat ini sekitar 6 juta, sedangkan vokasi dan politeknik kurang dari 1 juta, dibanding dengan negara lain perbandingannya jauh lebih baik”.

Seminar Dirjen Belmawa di Kopertis Wil VI

Berbicara tentang mutu, akreditasi di Indonesia hanya sekitar 50 PTN dan PTS yang akreditasi mendapat A ini sangat kecil dibanding jumlah PT yang ada di Indonesia sekitar 4000. Intan Ahmad menyampaikan paguyuban adalah salah satu cara yg bagus, dimana bapak dan ibu dapat bersaing dan berkolaborasi saling belajar untuk membuat indonesia lebih baik lagi untuk meningkatkan kualitas lulusan yang lebih baik dan kompeten.

Sejak 2014 pemerintah telah membentuk bagian penjaminan mutu melalui dirjen belmawa, tetapi pemerintah, universitas, dan dosen saja tidak cukup,  tetapi juga perlu penilaian dari masyarakat apakah lulusan dari salah satu universitas sudah diterima ditengah masyarakat sebagai lulusan yang kompeten?

“Perlu saya sampaikan Bapak/Ibu harus mulai berpikir bahwa betapa pentingnya kontribusi ilmiah untuk meningkatkan daya saing bangsa. Indonesia dari jumlah publikasi tahun 2016 sekitar 11ribu dari jumlah penduduk 255 juta, paling tinggi adalah Amerika dan kedua adalah Tiongkok” .

Intan berpesan “Jangan pernah takut jurnal ilmiah anda ditolak,  publikasi merupakan kesempatan memperkenalkan hasil dari penelitaan kita kepada masyarakat”. Point yang ingin saya sampaikan, bagaimana dosen mengatur waktu menyemangati mahasiswa maupun dirinya sendiri.

Tugas dosen juga adalah untuk meyakinkan mahasiswa, dan perlu melihat kinerja daripada mahasiswa, mendorong mahasiswa mempunyai target kedepannya, jangan selalu mengikuti filosofi air mengalir, karena masa depan itu perlu dirancang dari awal, mahasiswa harus menentukan masa depan. Tidak ada gunanya nilai tinggi tetapi tidak kompeten.

“Kepada Bapak dan Ibu dosen kita harus mau menghadapi mahasiswa yang kritis, begitu juga sebagai dosen harus berani berbicara dalam kelas kira-kira matakuliah yang diajarkan sudah up to date, dan dapat menerima masukan dari mahasiswa. Kerjasama kedua belah pihak antara dosen dan mahasiswa sangat penting untuk menjadikan seseorang menjadi hebat” pesan Intan Ahmad kepada hadirin yang hadir pada acara tersebut. (WAS/Editor:HKLI)