Home » Berita

Direktorat Penjaminan Mutu Tawarkan Program Penguatan Kopertis dan Program Asuh

10/03/2017

Belmawa – Banten. Direktorat Penjaminan Mutu, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menawarkan Program Penguatan Kopertis dan Program Asuh Perguruan Tinggi (PT) Unggul Tahun anggaran 2017 dalam rangka mempercepat penyebaran budaya mutu di perguruan tinggi, meningkatkan layanan mutu pada program studi, dan meningkatkan jumlah prodi unggul pada tahun 2017. Program yang diluncurkan ini mulai ditawarkan melalui laman (website) Belmawa dan disosialiasikan kepada para pemangku kepentingan pada acara “Sosialisasi Program Penguatan Kopertis & Program Asuh PT Unggul” pada Senin-Selasa, 6-7 Maret di Swiss Bel Hotel, Tangerang, Banten.

Acara dibuka oleh Direktur Penjaminan Mutu (Dit. Penjamu), Aris Junaidi dan dilanjutkan paparan kegiatan Direktorat Penjaminan Mutu pada tahun 2017, antara lain: 1). Diseminasi SPMI,  2). Lokakarya SPMI, 3). Lokakarya Penyusunan Dokumen SPMI, 4). Pelatihan Audit Mutu Internal, 5). Pendampingan Audit Mutu Internal, 6). Lokakarya Calon Pelatih SPMI Tk. Nasional, 7). Penguatan SPMI Tk. Internasional, 8). Bimbingan Teknis, 9). Seminar Budaya Mutu, 10). Sistem Informasi dan Klinik SPMI, 11). Percepatan Penjaminan Mutu, 12). Seminar/Simposium Penjaminan Mutu, 13). Uji Kompetensi Nasional, 14). Program Asuh, dan 15). Program Penguatan Kopertis. Kedua program yang disebut terakhir termasuk dalam Program Prioritas Nasional tahun 2017.

Dalam pembukaannya, Aris Junaidi menyampaikan bahwa peran Kopertis merupakan perpanjangan tangan Dit. Penjamu perlu diperkuat dengan membentuk model kerja di  Kopertis dalam penjaminan mutu, sehingga koordinasi antara direktorat dan Kopertis bisa berjalan lebih lancar dan efektif dalam upaya bersama menumbuhkan budaya mutu di PT di wilayahnya. Demikian juga dengan Program Asuh PT Unggul, Dir. Penjamu mengharapkan agar PT yang sudah terbukti unggul mau membina PT yang prodinya masih banyak yang terakrediasi C dalam rangka mempercepat tumbuhnya budaya mutu di perguruan tinggi. “Dit. Penjamu sederhananya minta tolong kepada Kopertis dan PT Unggul untuk ikut mempercepat penyebaran budaya mutu di PT melalui program-programnya,” jelas Aris Junaidi.

Hadir dalam acara sosialiasi tersebut antara lain Kopertis I Medan, Kopertis II Palembang, Kopertis III Jakarta, Kopertis IV Jawa Barat, Kopertis V Yogyakarta, Kopertis VI Jawa Tengah, Kopertis VII Jawa Timur, Kopertis VIII Bali NTT& NTB, Kopertis IX Makassar,  Kopertis X Sumatera Barat, Kopertis XI Kalimantan, Kopertis XII Maluku, Kopertis XIII Aceh, dan Kopertis XIV Papua dan Papua Barat. Dari  PT Unggul hadir antara lain, dari Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Petra Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional  “Veteran” Jawa Timur, Akademi Kepolisian Semarang, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Lampung, Universitas Mercu Buana, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka Jakarta,  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Padang,  Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sriwijaya, Universitas Telkom Bandung, Universitas Bina Nusantara, Universitas Negeri Jember, dan Universitas Atmajaya Jakarta.

Pada sesi paparan Program Penguatan Kopertis dan Program Asuh PT Unggul dibawakan oleh Koodinator Program yaitu Bapak S.P. Mursid dan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Pertanyaan-pertanyaan para peserta terutama pada bagian persyaratan dan ketentuan-ketentuan dalam pedoman program sudah terjawab dengan baik, begitu juga masukan-masukan dari peserta dapat dijadikan pertimbangan untuk perbaikan program di masa mendatang mengingat kedua program tersebut masih pertama kali dan masih perlu penyempurnaan lagi.

Sesi terakhir acara sosialisasi adalah paparan tentang penilaian proposal dan indikator keberhasilan program yang disampaikan oleh Ibu Ishartiwi dan diikuti dengan diskusi dan tanya jawab. (hz/Editor HKLI)