Dirjen Belmawa Terima Mahasiswa FK Unipa dan Tokoh Masyarakat Sorong

Snapshot_2017-2-9_21-43-7Jakarta – Belmawa. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Intan Ahmad, didampingi Sekretaris Ditjen Belmawa Sutrisna Wibawa menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Papua yang didampingi oleh tokoh masyarakat Sorong diantaranya Ketua DPRD Sorong, Assiten II Pemkab Sorong serta beberapa perwakilan orang tua dari mahasiswa FK Unipa.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Auditorium Gedung D Senayan Selasa lalu (7/2), Intan Ahmad mendengarkan berbagai masukan dan keinginan yang dibawa jauh-jauh dari ujung timur Indonesia. Indah Fajarwati Wainsaf Mahasiswi tingkat III yang berasal dari Kabupaten Raja Ampat dengan semangat menyampaikan apa yang selama ini menjadi pertanyaan bagi dirinya dan juga teman-temannya.

“Bapak Dirjen, perlu bapak ketahui bahwa sejak bulan Oktober 2016, kami sudah mengalami kesulitan melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar oleh dosen-dosen kami, puncaknya dibulan januari, dimana tidak ada perkuliahan sama sekali,” kata Ketua BEM FK Unipa ini. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh beberapa perwakilan mahasiswa yang pada intinya menuntut agar perkuliahan dapat berjalan seperti biasanya.

Permasalahan vakumnya kegiatan akademis di FK Unipa terjadi setelah dana pengampuan pada tahun ini tidak dapat dicairkan sesuai perjanjian dalam Pendirian FK Unipa sebagai pihak pertama, FK UI pihak kedua dan Pemerintah Kabupaten Sorong sebagai pihak ketiga. Dalam perjanjian tersebut, yang paling bertanggungjawab dalam pembiayaan FK Unipa adalah Unipa dan Pemkab Sorong. Para pihak berlandaskan semangat kemitraan dan kebersamaan serta berlandaskan undang-undang yang berlaku bersepakat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam persiapan, pengembangan dan pembinaan (pengampuan) Program Studi Pendidikan Dokter pada Fakultas  Kedokteran UI di Unipa.

“FK Unipa diampu oleh FK UI yang merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia, jadi saya tidak meragukan proses seleksi dan pembelajaran yang diterapkan berstandar FK UI,” jelas Intan Ahmad dalam menjawab pertanyaan tersebut. “Untuk itu, kita bertekad FK Unipa harus terus berjalan, sampai nanti meluluskan alumni yang akan mengabdi di tanah Papua,” lanjutnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sekarang ini, Intan Ahmad berjanji akan segera melaporkan ke menteri. “Apa-apa yang telah adik-adik dan bapak sampaikan, akan segera saya laporkan kepada Pak Menteri, agar semua yang kita harapkan dapat segera berjalan dengan baik,” janji Intan Ahmad.

Pertemuan yang berlangsung selama 2 (dua) jam tersebut berlangsung secara tertib dan penuh rasa kekeluargaan dengan harapan mereka segera melakukan perkuliahan seperti biasanya, seperti bunyi bait-bait puisi salah satu mahasiswa Ade Irma Baibaba:

Kabupaten Sorong Papua Barat
Disitu tempat kampus kami
Dibalik bukit yang menjulang dan hutan yang padat
Fakultas Kedokteran Universitas Papua
Mendengar kata Papua banyak orang yang memandang sebelah mata, apa lagi sekolah kedokteran.
Kenapa tidak kuliah d Jawa saja..akreditasinya apa atau baru dibuka yah????
Tidak hitam semua
Tidak keriting semua
Tapi kami lahir dan besar di tanah Papua dan siap mengabdi di tanah Papua
Tanah leluhur
Tanah yang diberkati
Dari Papua untuk Indonesia.

(GPK/Editor/HKLI)