Home » Berita

PENS Kembali Menuai Decak Kagum Melalui Program PEDP

03/02/2017

Surabaya – Belmawa. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Intan Ahmad mengungkapkan kegembiraanya melihat Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang semakin maju dalam pengembangan inovasi dalam pendidikan tinggi. 

“Contoh-contoh produk ini bisa diaplikasikan, karena yang dihasilkan adalah kombinasi produk luar dan produk sendiri namun dapat tetap dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Intan dengan bangga.

Terkait dengan program Polytechnic Education Development Project (PEDP) yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan politeknik di Indonesia, dilakukan serangkaian kegiatan kunjungan untuk melihat produk-produk  riset teknologi yang dihasilkan oleh PENS pada Kamis lalu (2/2). Kunjungan tersebut diawali dengan presentasi dan diskusi bersama jajaran petinggi institusi mengenai program PEDP di gedung pasca sarjana PENS.

“Beberapa upaya agar PENS dapat dikenal dalam tingkat Internasional, diantaranya kami melakukan pertukaran pelajaran, pengembangan kapasitas serta ekspansi kerja sama,” tutur Direktur PENS Zainal Arief dalam penyampaian materi presentasi.

Dalam diskusi tersebut, hadir pula para Direktur dari beberapa Politeknik, yaitu Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Politeknik Negeri Malang (Polinema), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), dan Politeknik Negeri Jember (Polije). Kehadiran tersebut tentunya berkesinambungan dengan agenda diskusi mengenai peningkatan relevansi yang sesuai dengan kebutuhan industri serta pengembangan kerja sama dengan industri.

Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakao yang turut hadir menyatakan bahwa pihaknya sangat kagum dengan karya hasil riset mahasiswa dan dosen PENS, sehingga beliau kembali mempercayakan dana hibah untuk kedua kalinya, dengan kembali menjalankan program PEDP di Indonesia. Bersama dengan empat perguruan tinggi lainnya, PENS menjadi salah satu instansi yang ditunjuk untuk menerima dana hibah pada program tersebut. Dana ini kedepannya akan digunakan untuk pengembangan Pusat Unggulan Teknologi PENS.

“PENS memiliki penanaman modal teknologi yang cukup baik. Saya rasa PENS mampu untuk bersaing secara Internasional. Hal ini mengacu kepada kompetisi robot yang pernah diikuti oleh mahasiswa PENS seperti yang dipaparkan pada diskusi tadi,” ungkap Presiden ADB ke-sembilan ini.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke gedung Pusat Unggulan Teknologi PENS yang disambut dengan demo 3D printer yang berlokasi di lantai 1. Selain itu terdapat pula karya riset mahasiswa dan dosen yang bertempat dilokasi yang sama. Dalam kunjungan tersebut Direktur Jenderal Belmawa dan Presiden ADB berkesempatan untuk menyaksikan jalannya lomba karya produk teknologi inovasi yang digelar oleh manajemen PENS Sky Venture. Seluruh tim yang turut bergabung dalam PENS Sky Venture akan dinilai karyanya berdasarkan segmentasi pasar, modal bisnis, kesiapan produk dan potensi bisnis. (SR/Editor/HKLI)