Setidaknya sebanyak 200 peserta hadir dalam acara yang diselenggarakan di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Rakernas kali ini dilangsungkan di luar kota Jakarta. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa pembangunan dan pengembangan Iptekdikti tidak hanya berpusat di Jakarta dan sekitarnya. Kedepannya Rakernas Kemenristekdikti akan diadakan di Perguruan Tinggi yang berbeda tiap tahunnya.

Membuka acara tersebut, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir menyatakan tujuan utama kegiatan Rakernas tahun ini adalah untuk memperkuat sinergi antara Kemenristekdikti dengan Perguruan Tinggi, Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), Balitbang Kementerian, dan lembaga terkait lainnya.

Dalam agenda Rakernas tahun ini, Menristekdikti mengumumkan peluncuran dua Permen Baru mendukung kegiatan pendidikan di Indonesia yaitu Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri dan Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 tentang Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor. Serta secara resmi meluncurkan aplikasi Science and Technology Index (SINTA).

20170130 Rakernas 2017_019“Calon pemimpin perguruan tinggi harus melampirkan LHKPN, agar governance semakin baik dalam kaitannya dengan mengelola Perguruan Tinggi, untuk menuju tata kelola yang transparan,” tuturnya sebelum menutup sambutannya dan bertolak menuju lokasi pameran.

Melalui kegiatan ini, dilakukan pemantauan dan evaluasi kinerja, sehingga diharapkan nantinya akan dihasilkan kebijakan dan terobosan-terobosan baru dalam program kerja masing-masing lembaga, sebagai salah satu upaya memperkuat Reformasi Birokrasi. (DRT/Editor/HKLI)