Start-Up Campus untuk Kemajuan Ekonomi

Korea monevSuwon, Korea Selatan – Ditjen. Belmawa. Salah satu tujuan magang adalah agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman kerja di industri dan untuk mengetahui proses-proses kerja yang terdapat di suatu perusahaan. Sejumlah 20 pemuda Indonesia telah selesai mengikuti program magang selama 6 (enam) bulan yang diselenggarakan Ajou University, Korea Selatan (28 Juni – 22 Desember 2016). Invitational Program for Talented Indonesian Youths yang bertujuan agar para pemuda Indonesia dapat menimba pengalaman magang di Korea Selatan merupakan salah satu kerja sama hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Korea Selatan pada tahun 2016.

Para pemuda Indonesia yang berasal dari Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut pada awalnya mengikuti pelatihan selama 3 (tiga) bulan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan selanjutnya selama 3 (tiga) bulan menerapkan pelatihannya di perusahaan di Korea Selatan, seperti di Technology Research Center, Start-Up Campus dan perusahaan Korea, antara lain di Netmarble dan Sigong Media.

Delegasi Indonesia, yang diwakili oleh Hendra Suryanto dan Tiomega Gultom dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan Andhika Permata, Irfan Alif Rahman serta Yuli Wahyudianto dari Pemerintah Propinsi DKI Jakarta melakukan monitoring dan evaluasi pada 16 – 22 Desember 2016 guna melihat kelayakan dan kesinambungan program tersebut pada tahun-tahun berikutnya.

Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan berkunjung ke tempat-tempat pelaksanaan magang dan wawancara secara langsung pada mahasiswa Indonesia serta pelaksana program tersebut, yaitu Faculty of Information and Communication Technology, Ajou University. Selama 3 (tiga) hari delegasi meninjau Ajou University, Technology Research Center “Advance Institute of Convergence Technology Center (AICT)” dan  “Gyeonggi Institute of Science & Technology Promotion (GSTEP)”, serta Start-Up Campus of Gyeonggi Center for Creative Economy & Innovation (GCCEI) di PanGyo Techno Valley.Korea monev 2

Secara keseluruhan delegasi menilai, bahwa program layak untuk dilanjutkan mengingat kegunaannya yang sungguh bermanfaat bagi inkubasi bisnis di Indonesia, hanya harusnya Indonesia dapat sungguh-sungguh mencontoh dan membangun hal-hal positif seperti di Gyeonggi Province yang membangun start-up bisnis, baik bisnis kecil dan menengah untuk bertumbuh demi majunya perekonomian di propinsi tersebut, dan untuk Korea Selatan pada umumnya.

Para mahasiswa berharap, sebagai hasil pelatihannya dapat menerapkan ide-idenya di Indonesia, dan dapat dihubungkan dengan para investor atau setidaknya Kemristekdikti dapat menampung mereka dalam inkubator bisnis. (mg/editor/HKLI).