Home » Berita

Indonesia Menjadi Tuan Rumah ASEAN International Mobility for Students (AIMS) 2017

08/12/2016

 

Malaysia – Belmawa.  Sebagai bagian dari program tahunan ASEAN International Mobility for Students (AIMS), Review Meeting X tahun ini dilaksanakan pada 14 s.d. 16 November  di Hotal Park Royal, Kuala Lumpur, Malaysia.

AIMS Review Meeting merupakan konferensi internasional setiap tahunnya oleh SEAMEO Regional Centre for Higher Education and Development (RIHED) bekerja sama dengan Kementerian dari negara peserta sejak program AIMS diselenggarakan dari tahun 2010 hingga saat ini. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh perwakilan pihak Pemerintah atau Kementerian terkait dari setiap negara peserta, utusan atau perwakilan dari koordinator bidang program AIMS dari seluruh perguruan tinggi yang ada dari setiap negara peserta serta utusan atau perwakilan dari Kantor Urusan Internasional (KUI) Perguruan Tinggi. Konferensi AIMS Review Meeting X kali ini juga dihadiri oleh utusan dari mahasiswa yang sedang menjalankan program dan alumni dari setiap negara peserta, untuk memberikan testimoni serta rekomendasi terhadap penyelenggaraan program AIMS yang telah berjalan selama 6 tahun.

Dalam kesempatan ini, Alam Nasrah Ikhlas, Kepala Seksi Rekognisi Pembelajaran Lampau yang juga koordinator program AIMS bersama Evawani, Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Akademik dan Afriyudianto, PPK Direktorat Pembelajaran sebagai delegasi Indonesia yang mewakili Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti, AIMS Wefie

Pertemuan dibuka oleh Direktur SEAMEO RIHED, Dr. Chantavit Sujatanond dan dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan oleh Deputi Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, Dato Kamel Muhammad, sebagai tuan rumah. Agenda dari konferensi ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program setiap tahunnya serta pembahasan proposal Korea sebagai negara peserta baru pada program ini.  Diskusi dibagi dalam tiga kelompok yaitu, kelompok utusan kementerian, utusan koordinator bidang di perguruan tinggi dan utusan kantor urusan internasional perguruan tinggi. Masing-masing kelompok akan menghasilkan beberapa rekomendasi dan hasil evaluasi pelaksanaan program AIMS.

Adapun keputusan dan rekomendasi yang dihasilkan adalah antara lain Kementerian setiap negara peserta tetap berkomitmen untuk memberikan bantuan dana kepada setiap perguruan tinggi peserta namun dalam beberapa tahun ke depan akan dilaksanakan pembagian porsi pembiayaan dengan perguruan tinggi apabila perguruan tinggi dirasa sudah mampu untuk membiayai seluruh atau sebagian dana program. Kemudian akan dilaksanakan riset terkait dengan pelaksanaan program AIMS yang akan dimulai oleh Korea dan melibatkan negara-negara peserta lainnya. permasalahan visa bagi mahasiswa peserta program AIMS akan diusulkan untuk dibahas dengan Sekretariat ASEAN dan melibatkan AUN, UMAP dan Badan terkait lainnya. Hal lainnya terkait  beberapa mahasiswa dari beberapa negara yang mengikuti program ke Korea tidak menerima beasiswa, pemerintah Korea akan memberikan bantuan kepada mereka dan Kamboja akan menjadi anggota baru AIMS program.Terakhir ada usulan agar Singapura, Laos dan Myanmar menjadi negara anggota baru, akan didiskusikan di tingkat steering committee dan usulan dari Indonesia untuk melaksanakan Short Term Internship diterima dengan baik dan layak untuk diselenggarakan.

Sesi testimoni dan diskusi dengan mahasiswa dan alumni program AIMS menjadi sangat menarik ketika masing-masing perwakilan negara peserta menceritakan pengalaman-pengalaman mereka saat mengikuti program AIMS. Salah satu alumni program AIMS yang berasal dari Thailand, Karnkeerati Uakulwarawat, menceritakan pengalaman yang sangat menyentuh, tentang bagaimana ia diperlakukan dengan sangat baik di Indonesia dan akhirnya menganggap Indonesia sebagai rumah keduanya. Hal ini merupakan sebuah capaian yang bagus bagi Indonesia dalam menyelenggarakan program Student Mobility, tidak hanya dalam konteks ASEAN tetapi juga dengan negara-negara lain di seluruh dunia.

Delegasi Indonesia  juga melaporkan pelaksanaan program AIMS tahun 2016 dengan berbagai catatan dan rekomendasi untuk dapat dipertimbangkan bagi negara peserta lainnya. Tahun 2016, Indonesia mengirim 95 orang mahasiswa (outbound) dan menerima  140 orang mahasiswa asing ASEAN (inbound). Disamping itu, setelah melalui diskusi panjang Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan AIMS Review Meeting XI tahun 2017.(Alam/Editor/HKLI)