Home » Berita

Kemenristekdikti, Politeknik dan PT Inka Kembangkan Perkereta-apian Indonesia

23/11/2016

Madiun – Belmawa. (21/11/16), PT Industri Kereta Api atau (PT Inka) sebagai salah satu industri strategis tentu memegang peranan kunci untuk penguasaan teknologi dan industri perkereta-apian di Indonesia. Pada sisi lain, Politeknik (Poltek) juga memiliki peranan strategis dalam penyediaan tenaga terampil yang cocok dengan kebutuhan perkereta-apian di Indonesia termasuk PT Inka. PT Inka, Poltek dan perguruan tinggi lain diharapkan mampu melakukan riset dan pengembangan teknologi untuk lebih memajukan  perkereta-apian di Indonesia. Harapan ke depan Industri Kereta Api di Indonesia (PT INKA) mampu mengembangkan kereta dengan kecepatan di atas 160 km per jam. Saat ini PT Inka sudah mampu mengembangkan teknologi boggy kereta api untuk kecepatan hingga 160 km per jam. PT Inka menjadi kebanggaan bangsa Indonesia karena bukan saja melayani kebutuhan kereta api dalam negeri, namun juga melakukan ekspor kereta api ke luar negeri seperti ke Banglades, Sri Langka dan negara lain di Afrika.   

PT INKA saat ini bergerak dibidang industri sarana kereta api diantaranya Kereta Penumpang, Gerbong Barang, KRL, KRD/KRDE, Lokomotif, dan produk lainnya yang berkaitan dengan perkereta-apian. Disamping itu, untuk mengembangkan bisnis dan untuk mengisi kekurangan loading workshop, PT INKA memperluas pasar dengan menggarap produk non kereta api, salah satu yang sudah menampakkan hasil adalah produk otomotif berupa bus gandeng atau articulated bus.

Direktur Pembelajaran, Ditjen Belmawa, Kemenristekdikti Paristiyanti Nurwardani yang didampingi Direktur Politeknik Rachmat Imbang dari Politeknik Bandung (Polban), Isa dari Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Zaenal dari Politeknik Negeri Surabaya  (PENS) dan Lukman dari Politeknik Madiun melakukan visitasi ke PT INKA. Mereka berdiskusi tentang pengembangan dan kerjasama industri perkeretaapian dengan institusi pendidikan (perguruan tinggi), membahas Blue Print perkereta-apian Indonesia 5 s.d. 20 tahun ke depan. Dalam diskusi tersebut, dibahas penerapan dual system pada kurikulum pendidikan vokasi di perguruan tinggi dengan melibatkan industri. Dalam penjelasannya, Paristiyanti juga  menyampaikan bahwa Indonesia dan Cina telah sepakat untuk bekerjasama dalam bidang pendidikan tinggi seperti Joint Curriculum. Pihak  pemerintah  Cina memberi kesempatan atau beasiswa sebanyak 300 mahasiswa Indonesia untuk mengikuti program S1, S2 dan S3 terkait bidang perkeretaapian. Kemenristekdikti mendukung penuh program beasiswa bagi mahasiswa yang ingin belajar di Cina. PT Inka siap berkolaborasi dan sebagai tempat magang bagi mahasiswa, demikian ujar Surjanto General Manager Corporate Secretary. Turut hadir dalam diskusi antara lain General Manager di lingkungan PT INKA (Sigit, Sukoroto) , Sirin Wahyu Nugroho, Hendra Suryanto dan Melly Hertawati dari KemenristekdiktiPT INKA2

Agung Sedaju, General Manager Teknologi PT INKA  menjelaskan bahwa pengembangan teknologi di PT INKA menerapkan prinsip “Berawal dari akhir, berakhir dari awal.” Konsep dan ide ini  diutarakan B.J. Habibie beberapa tahum silam. Menguasai teknologi kereta api terlebih dahulu, selanjutnya melakukan riset dan mengembangkan lebih jauh tentang kereta api yang lebih maju. Dengan konsep ini, PT INKA berhasil membangun teknologi perkereta-apian di Indonesia dari waktu ke waktu. Namun demikian untuk percepatan dan intensifikasi pengembangan kerata apai, PT Inka memerlukan mitra untuk kegiatan Research and Development (R &D). Perguruan tinggi diharapkan menjadi  research partner dan basic knowledge  dalam mendukung kemajuan dan pengembangan industri kereta api Indonesia. Teknologi dan inovasi kecepatan tinggi(high speed), persinyalan kereta api, remote control sistem operasi kereta api, automatisasi sangat dibutuhkan industri kereta api sehingga perlunya dilakukan R & D bersama perguruan tinggi.  Dalam teknologi kereta api,  pada dasarnya,  terdapat beberapa bidang utama sistem teknologi kereta antara lain control,  body, boggy, dan interior. Untuk itu, PT Inka bekerja sama dengan politeknik dan perguruan tinggi lain berupaya agar mampu menguasai teknologi padat tersebut. Kemitraan ini menjadi keniscayaan untuk kemajuan teknologi kereta api Indonesia. Kementerian Ristekdikti memfasilitasi kerjasama poltek, perguruan tinggi dan PT Inka dalam kerangka implementasinya.

Selanjutnya, Agung juga menyampaikan bahwa Pemeriksa, Operator dan Perawat kereta api merupakan 3 bidang yang dibutuhkam oleh PT INKA secara terus menerus  dan merupakan 3 prospek ke depan serta pasar terbesar tenaga kerja untuk kereta api. Poltek  dapat mendukung ke tiga bidang pekerjaan ini melalui  pendidikan vokasi, dengan menyiapkan lulusan mahasiswa yang memiliki  keterampilan tinggi untuk memenuhi kompetensi dari kebutuhan tersebut. Harapan ke depan, akan dikembangkan kereta api bertingkat untuk transportasi masal Jabodetabek, seperti kereta api bertingkat di Belanda. Bahkan, diperoleh dukungan dari anggota legislatif yang sudah  melakukan kajian dan kunjungan kerja ke Belanda.

Perguruan tinggi yang sudah bermitra dengan PT INKA  selama ini antara lain  ITB, ITS, UNS dan UGM  dan sudah lebih dahulu membantu riset PT INKA. Kini, Politeknik diharapkan dapat bermitra dengan PT Inka untuk bersama mengembangkan teknologi perkeretaapian Indonesia.  Politeknik selain menyediakan tenaga kerja yang terampil,  juga perlu diperkuat dalam R &D-nya.  Kemitraan Politeknik  dengan PT INKA dan dukungan kementerian terkait perlu diperkuat dengan payung hukum (MOU).

Pendidikan vokasi atau politeknik  dapat menjadi pendukung utama dalam  penyediaan tenaga terampil yang profesional memenuhi kebutuhan tenaga kerja perkereta-apian. Model kurikulum dual system melalui kerjasama Politeknik dan industri,  dapat menjadikan lulusan Politeknik siap kerja dibidang yang diperlukan dan mengurangi mismatch.  Kurikulum dengan pola atau model  3 2 1, memberi kesempatan mahasiswa selama 3 semester pembelajaran di kampus, 2 semester di industri dan 1 semester kembali ke kampus. Dengan demikian akan  meningkatkan sinergi yang saling mendukung antara Politeknik dan industri, baik dalam penyediaan tenaga kerja maupun R & D. Kemitraan Politeknik dan perguruan tinggi lain dan PT Inka serta berbagai pihak lainnya sangat strategis untuk kemajuan perkeretaapian Indonesia. Maju bersama untuk kereta api Indonesia.(HS/Editor/HKLI)