Home » beasiswa

Tengok Calon Pemimpin Bangsa Dari Bumi Gorontalo

10/11/2016

Gorontalo – Belmawa. Telah lama mencanangkan diri sebagai Provinsi Inovasi, Gorontalo mendapat kebanggaan untuk dikunjungi oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) tepat pada Hari Pahlawan, 10 November 2016. Usai menjadi pemimpin upacara bendera memperingati hari tersebut, Menristekdikti kemudian menyapa para mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dan ADik Papua & 3T di Universitas Negeri Gorontalo. 

Didampingi oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Intan Ahmad, Sekretaris Direktorat Jenderal Belmawa Sutrisna Wibawa, dan Direktur Kemahasiswaan Belmawa Didin Wahidin, Menristekdikti memberikan selamat kepada para penerima beasiswa Bidikmisi dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Papua dan 3T disertai dengan penuh semangat melihat para calon pemimpin bangsa Indonesia di masa depan.

“Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Kaian adalah calon pemimpin bangsa Indonesia yang dilahirkan dari wilayah perguruan tinggi di Gorontalo,” ujar Menristekdikti M. Nasir yang disambut dengan tepuk tangan meriah seluruh mahasiswa yang hadir. 

Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) memberikan bantuan dana pendidikan berupa beasiswa Bidikmisi dan ADik Papua & 3T sebagai wujud komitmen negara untuk terus berupaya meningkatkan jumlah penduduk yang dapat menempuh pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi. Bahkan lebih jauh lagi, beasiswa ini ditujukan untuk memutus mata rantai kemiskinan yang masih melanda Indonesia (sekitar 11,5%). Hal ini dapat dicapai jika peranan modal potensial mampu dimaksimalkan, yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia, serta dalam rangka menghadapi persaingan global yang penuh dengan kompetisi.

Dirjen Belmawa Intan Ahmad dalam sambutannya menjelaskan, sejauh ini program Bidikmisi telah secara nyata tidak hanya membantu mahasiswa berprestasi yang secara ekonomi memang patut dibantu, tapi secara nyata telah meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas pendidikan yang ada di setiap kampus yang menerima mahasiswa Bidikmisi.

“Sebagai contoh, data pada tahun 2015 menunjukan bahwa lebih dari 51% mahasiswa Bidikmisi memperoleh IPk antara 3.0-3.5. Dan lebih dari 28% memperoleh IPk lebih dari 3.5, serta ada 0,7% memperoleh ipk 4.0. Ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. Tidak hanya itu, para mahasiswa Bidikmisi dan ADik juga terlibat dalam berbagai kegiatan nasional maupun international, baik akademik maupun non-akademik,” jelasnya dengan bangga.

Pada kesempatan tersebut, Menristekdikti bersama dengan jajaran pejabat Ditjen Belmawa yang hadir memberikan hadiah kepada mahasiswa Bidikmisi dan ADik Papua & 3T yang berhasil memperoleh IPk Cumlaude (di atas 3.5) berupa komputer jinjing yang diharapkan akan semakin memotivasi mahasiswa untuk terus berprestasi. (DRT/Editor/HKLI)