Home » Berita

Mendorong Pengembangan Mutu Pendidikan Tinggi Teknik

18/10/2016

Jakarta – Belmawa  (11/10/16),   Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir, membuka secara resmi Rapat Pimpinan Nasional Persatuan Insinyur Indonesia (Rapimnas PII) di Jakarta. Dalam acara tersebut, M Nasir juga melakukan penandatanganan MoU antara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan Kementerian Perindustrian, serta menyaksikan penandatanganan antara  Direktur Jenderal Pembelajaraan dan Kemahasiswaan dengan Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII)

Dalam sambutannya, Nasir menyatakan bahwa “Kita sudah di era kompetisi/era persaingan maka ke depan harus bisa melakukan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknolog secara holistik. Dengan perkembangan sekarang ini, Kemenristekdikti sangat mendukung upaya upaya yang dilakukan oleh PII, diantaranya, dalam meningkatkan pendidikan profesi keinsinyuran”.

Tantangan keinsinyuran ke depan, sesuai yang dilakukan Kemenristekdikti telah mengelompokan dalam riset bersama dengan Dewan Riset Nasional (DRN) dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia yang melibatkan bidang keinsinyuran. Namun, diakui Nasir, kebutuhan insinyur sekarang ini sangat kurang, maka Kemenristekdikti mengambil kebijakan mulai tahun depan dilakukan moratorium tentang pendidikan akademik khususnya yang menyangkut bidang sosial, agar dapat mendorong semua sektor di Indonesia khususnya sektor Infrastruktur dan Industri.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama , Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, “Pembangunan industri nasional hingga saat ini telah mencapai kemajuan yang sangat berarti dan acara rapimnas ini merupakan momentum yang sangat baik guna menguatkan profesi insinyur sekaligus meningkatkan peran insinyur khususnya dalam pembangunan pada sektor Industri di Indonesia”, Ujarnya.

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia(PII), Hermanto Dardak, dalam laporannya menyatakan layanan keinsinyuran selalu mengedapankan kenyamanan di lingkungan masyarakat untuk menciptakan kehidupan yang semakin efisien, kompetitif dan berkelanjutan serta dukungannya terhadap program program pemerintah. Hernanto menambahkan bahwa “tujuan diadakannya kerja sama dengan ditjen Belmawa adalah dalam rangka penguatan Lembaga Akreditasi Program Studi Teknik Indonesia (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education  atau  IABEE. Dalam Nota Kesepahaman tersebut  dibahas tentang penguatan Lembaga Akreditasi Program Studi Teknik Indonesia,” ungkapnya.

Kesepakatan Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat  mendorong pengembangan mutu pendidikan tinggi teknik yang diakui di tingkat internasional; dan memfasilitasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sebagai organisasi profesi untuk berperan dalam akreditasi program studi teknik sesuai peraturan perundang-undangan; serta sebagai pelaksanaan persiapan akreditasi program studi teknik yang memenuhi standar internasional yang akan dilaksanakan IABEE.  SEMOGA. (SR/Editor/HKLI)