Home » Berita

PLPG Tingkatkan Kompetensi Guru

29/09/2016

Ambon – Belmawa. (29/09), Direktorat Penjaminan Mutu Ditjen Belmawa bersama stakeholder terkait menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru/PLPG sebagai Pelaksanaan Penyegaran dan Uji Deskriptif Peningkatan Kualitas Pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung pertemuan, Kampus Poko, Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon.

Tepat pkl. 09.00 WIT (07.00 WIB), acara PLPG dibuka Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unpatti, Prof.Dr. Theresia Laurens, M,Pd.  Theresia menyampaikan , “Acara ini bukanlah sebuah ujian, melainkan hanya menuliskan soal-soal atau permasalahan yang telah dilakukan sehari-hari dan hal-hal yang akan dilaksanakan ke depan agar guru-guru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,” ungkapnya di depan peserta.

Tampil sebagai Narasumber, Dr. Samingan, MSi, dosen Universitas Syiah Kuala yang ditunjuk selaku Tim PLPG Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti). Samingan yang menyampaikan materi tentang PLPG menjelaskan bahwa PLPG sudah berlangsung selama 10 tahun sejak tahun 2005 sesuai dengan Undang-undang No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen. Namun sejak tahun 2016 terjadi perubahan yaitu dengan adanya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 29/2016 tentang Sertifikasi Guru dan Keputusan Menristekdikti No. 296/2016 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Guru. “

“Perbedaan yang ada hanya sedikit yaitu dalam teknis pelaksanaan dan kurikulumnya, dan syarat kelulusan yang semula 60 menjadi 80. Dengan nilai kelulusan yang cukup besar, maka sekarang ini ada ujian ulang sebanyak 4x dalam 2 (dua) tahun, dan apabila lulus akan mendapat sertifikat pendidik”.

Dalam acara tanya jawab, dari sejumlah lebih dari 100 calon instruktur, ada 2 (dua) penanya yang pada dasarnya menyampaikan keluhan tentang perlunya membuat perbedaan penilaian antara Indonesia Bagian Timur dan Indonesia Bagian Barat.

Selanjutnya, calon instruktur diminta menuliskan paparannya tentang apa yang telah dilaksanakan dan inovasi apa yang akan dilakukan ke depan guna meningkatkan kompetensi guru. (MG/Editor/HKLI).