Home » Berita

Pelatihan Audit Mutu Internal Perguruan Tinggi

28/09/2016

Bali – Belmawa.   Dalam rangka meningkatkan mutu Pendidikan Tinggi, Direktorat Penjaminan Mutu, Ditjen Belmawa Kemenristekdikti telah menyelenggarakan Pelatihan Auditor Mutu Internal yang ke-empat tanggal 21-23 Septeber 2016 di Denpasar. Kegiatan yang sama telah dilaksanakan di tiga kota, Bandung, Yogyakarta, dan Solo. Output-nya adalah mencetak auditor mutu internal yang handal untuk membantu audit mutu internal di Perguruan Tinggi masing-masing. Pelatihan diikuti oleh 24 peserta,  sebagian besar dari Perguruan Tinggi Wilayah Indonesia Bagian Timur, antara lain dari IAIN Mataram, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, STIA Trinitas Ambon, STKIP Hamzanwadi Selong, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Cendrawasih, Universitas Khairun, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Pattimura, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Universitas Sultang Ageng Tirtayasa, Universitas Islam Bandung, Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Umiversitas Pendidikan Nasional Denpasar, Universitas Musamus Merauke, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Universitas Lambung Mangkurat. Peserta merupakan lulusan Pelatihan Training of Trainer (ToT) SPMI di Lombok sebulan sebelumnya.

Pelatihan akan dilaksanakan selama tiga hari dengan fasilitator dari Tim Pengembang SPMI Pusat antara:  Dr. JP Gentur Sutapa, Prof. Dr. Hartan.to Nugroho, Prof. Nyoman Sadra Dharmawan, dan Prof. Kusminarto. Peserta akan banyak mendapatkan ilmu mengenai audit mutu internal, antara lain : Teori Audit Mutu Internal, Teori Perencanaan Audit Mutu Internal, Teori Pelaksanaan Audit Mutu Internal. Pelatihan juga dilakukan dengan praktik audit dokumen dan audit visitasi ke beberapa prodi di Universitas Udayana, antara lain Prodi Manajemen, Teknologi Informatika, Prodi Akuntansi, Kedokteran Hewan, dan Teknik Mesin.

Direktur Penjaminan Mutu Kemristekdikti, Prof. Aris Junaidi Ph.D. dalam sambutan pembukaan pelatihan mengatakan bahwa untuk membangun budaya mutu (culture of quality) kita tidak hanya melaksanakan tetapi juga kita harus bisa melihat, mendengar, dan merasakan proses pembangunan culture of quality tersebut. Bahkan kita bisa melihat apakah teamwork kita sudah berjalan dengan baik atau belum. Aris yang juga Guru Besar UGM ini menambahkan bahwa dengan adanya audit mutu internal ini, diharapkan prodi tidak lagi “mengakali” pengisian borang akreditasi, karena  prodi sudah melaksanakan seluruh siklus SPMI dengan baik dan benar, tentu akreditasinya otomatis akan baik.

“Saya berharap peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh sungguh yang dipandu fasilitator pusat, agar lulus dan dapat mengimplementasikan di perguruan tinggi masing masing.   Akan ada perubahan signifikan di Perguruan Tinggi peserta,” ungkap Guru Besar UGM ini.

Peningkatan mutu ini sesuai  dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang  mengamanatkan adanya Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) yang terdiri atas Sistem Penajminan Mutu Internal (SPMI), Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) atau akreditasi, dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). SPMI sebagai salah satu sub komponen memiliki siklus PPEPP yang salah satunya adalah E (Evaluasi). Salah satu bentuk evaluasi internal perguruan tinggi adalah dengan melakukan Audit Mutu Internal untuk mendapatkan ruang-ruang peningkatan yang akan terus menerus ditingkatkan lagi (Continuous Quality Improvement).

Selain Direktur Pejaminan Mutu dan para fasilitor pusat, hadir juga Kasubdit Penguatan Mutu, Antari W Mawarti; Kasi Revitalisasi Program, Masluhin Hajaz, Kasi Peningkatan Mutu, Octa Nugroho. Pelatihan hingga dengan tiga hari itu diharapkan tidak hanya meningkatkan mutu perguruan tinggi tapi juga untuk meningkatkan jumlah dosen sebagai Auditor Mutu Internal guna memenuhi amanat Rencana Strategis Direktorat Penjaminan Mutu 2015-2019. (hz/penjamu/editor/HKLI)