Home » Berita

Sukmalindo, Mempererat Silaturahim dengan Pertandingan Tanpa Kejuaraan

27/09/2016

Kuala Terengganu, Malaysia – Ditjen. Belmawa (Kamis, 22/09). Sejumlah 54 mahasiswa Indonesia terbang ke Malaysia untuk berlaga dalam ajang persahabatan olahraga (sukan) mahasiswa Malaysia dan Indonesia (Sukmalindo). Pertama kali Sukmalindo dihelat pada 2008 dan tahun 2016 ini menjadi perhelatan ke-IX yang berlangsung di Kuala Terengganu, Malaysia pada 23-24 September 2016.

Acara yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali secara bergantian antara Malaysia dan Indonesia ini diikuti atlet mahasiswa dari 9 (sembilan) perguruan tinggi Indonesia yang bertanding memperebutkan prestasi di 5 (lima) cabang olah raga, yaitu Sepak Takraw, Bulu Tangkis, Bola Voli, Panahan, Futsal, dan 1 atraksi Kebudayaan.

Seluruh delegasi tiba di Bandara Sultan Mahmud, Kuala Terengganu, Malaysia pada pkl. 20.00 (Kamis, 22/09) waktu setempat, dan langsung diantar ke tempat penginapan untuk bersantap malam bersama. Kata sambutan dari kontingen Indonesia oleh Direktur Kemahasiswaan, Didin Wahidin yang menyampaikan bahwa perhelatan Sukmalindo adalah kegiatan silaturahim yang ditandai dengan konsep Three Cs, yaitu Contact, Compete dan Collaborate. Contact dimaksudkan dengan terhubung terus, Compete yaitu berlomba dengan kebaikan dan Collaborate, dimana akhirnya terjadi kerja sama menjadi 1 (satu) keluarga. Three Cs ini disambut dengan gempita oleh seluruh atlit ketika disampaikan bahwa yang perempuan cantik-cantik dan laki-laki ganteng-ganteng, dapat dibina menjadi satu keluarga.

Dalam acara pembukaan yang berlangsung di gedung olah raga Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) (Jumat, 23/09), tiap kontingen cabor berjalan berdampingan dengan membawa bendera masing-masing negara memasuki venue yang telah dibuat sedemikian rupa untuk pertandingan Sepak Takraw, Bulu Tangkis dan Bola Voli.

Kata sambutan disampaikan oleh Setiausaha Bahagian Sukan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Hazally Jali, yang menyampaikan bahwa Sukmalindo adalah ajang pertandingan yang bukan untuk mencari kejuaraan, lebih kepada untuk mempererat tali persaudaraan. Ia berpesan agar para atlit menggunakan waktu untuk saling bersilaturahim satu sama lain.

Sepak Takraw

Tim sepak takraw Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia dalam permainan beregu, Jumat (23/09). Dari tiga kali bertanding, Indonesia hanya berhasil merebut satu pertandingan, yaitu di akhir pertandingan, Indonesia menyerah kalah dengan skor 18 – 21, 17 – 21; 18 – 21, 21 – 23; dan 21-12, 21-16.

Bulu Tangkis

Tim bulu tangkis Indonesia berhasil memenangi pertandingan, Jumat (23/09), dalam partai yang dimainkan beregu, Indonesia menang dengan skor 4-1.

Bola Voli

Tim voli putri Indonesia berhasil membungkam Malaysia lewat pertandingan ketat lima set, Jumat (23/09). Malaysia tampil taktis pada set pertama, sementara pemain Indonesia yang diwakili mahasiswa dari Jakarta kurang meyakinkan. Alhasil, set pertama diambil Malaysia. Namun pada set berikutnya Indonesia dapat menunjukkan serangannya. Kemenangan berakhir di pihak tim Indonesia dengan skor: 17 – 25; 25 – 20; 25 – 9; 19 – 25; dan 15-10.

Panahan

Tim panahan Indonesia yang tampil gagal mengalahkan tim tuan rumah. Dari dua nomor yang dipertandingkan, Compound dan Recurve, Indonesia kalah dari Malaysia. Masing-masing negara mengirimkan satu pasangan untuk dua nomor tersebut di final. Hasilnya, pemanah tuan rumah berjaya dengan merebut gelar juara Compound dan Recurve. Hasil dramatis terjadi di nomor recurve, saat Indonesia kalah tipis satu poin 123-124.

Futsal

Tim futsal mahasiswa Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia, Jumat (23/09) malam 20.30 waktu setempat. Tim yang diwakili Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung itu menang lewat babak adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu 2×20 menit pertandingan. Pada babak adu penalti, semua algojo Indonesia berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Sementara, satu penendang Malaysia gagal, yakni pada penendang pertama. Hasil akhir, Indonesia menang adu penalti 5-4. Sukmalindo3

Malam keakraban, Sabtu (24/09) merupakan acara santap malam sekaligus  pertukaran budaya yang menampilkan kesenian tradisional antar kedua negara. Didahului dengan pemutaran video selama acara yang berlangsung 2 (dua) hari, (22 – 23/09), para peserta bergembira karena disuguhi adegan-adegan menarik, dan terkadang adegan yang memancing tawa.

Kemudian pada penampilan budaya kedua negara, Indonesia menampilkan 3 (tiga) tarian, yaitu Tari Blantek, Tari Joget Kontrak dan Tari Piring, sedangkan Malaysia menampilkan seorang penyanyi yang juga mahasiswa UniSZA, dengan lagu Dealova, Tari Muda-Mudi, dan tarian yang mirip dengan tarian Aceh (Tari Saman).

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad menyampaikan bahwa Sukmalindo bukan pertandingan biasa, namun untuk mempererat generasi muda ASEAN yang adalah calon-calon pemimpin di masanya.

Sampai berjumpa lagi di Sukmalindo ke-X Tahun 2017, di Indonesia, tentunya dengan tempat dan tuan rumah yang berbeda dengan sebelumnya! (MG/Editor/HKLI)