Home » Berita

Intan Ahmad : Perguruan Tinggi Sebagai Agen Transformasi Sosial dan Pembangunan Ekonomi

21/09/2016

Serpong – Belmawa. Rabu pagi tadi (21/9), Menko PMK Puan Maharani secara resmi membuka acara Tangerang Selatan Global Innovation Forum (TGIF) di Gedung Graha Widya Bhakti, kawasan Puspiptek, Serpong. Pagelaran forum para pemerhati inovasi dan inovator seluruh dunia tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekditi), dan terdiri dari beberapa rangkaian acara. Salah satu acara utama dalm rangkaian TGIF adalah University President’s Forum.

Acara bertajuk “The 9th World Technopolis Association (WTA) University President’s Forum” tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti Intan Ahmad, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, President of Chungnam National University Korea, profesor dari Indonesia, Ceko, Kolombia, Korea, Nigeria, dan Amerika Serikat, serta pejabat Eselon di Kemristekdikti.

Membuka forum dengan tema Peran Pendidikan Tinggi Dalam Mendukung Persaingan Global Berdasarkan Pada Kearifan Lokal, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad menyampaikan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa adalah dengan menggunakan sumber daya secara optimal, termasuk dalam hal pendidikan tinggi.

“Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), peran Pendidikan Tinggi tidak hanya sebatas agen pendidikan dan agen riset saja, namun juga diharapkan agar dapat menjadi agen kebudayaan, pengetahuan, dan teknologi, serta agen pembangunan ekonomi. Sudah saatnya perguruan tinggi di Indonesia berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dan sosial melalui real-life innovation,” papar Intan Ahmad.

Melalui forum tersebut, Intan optimis bahwa akan terbuka jalan untuk menghadapi tantangan persaingan global, yaitu dengan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, terutama dalam hal riset dan inovasi.

“Hal tersebut dapat kita capai dengan menerapkan pola pikir entrepreneurial, bahwa perguruan tinggi juga harus berperan sebagai agen transformasi sosial dan pembangunan ekonomi,” tegasnya. (DRT/Editor/HKLI)