Home » Berita

Bidikmisi Mendorong Prestasi Menebar Optimisme

19/09/2016

Pontianak – Belmawa. (17/9/16), Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi,  M. Nasir dalam kunjungan kerjanya ke pelbagai perguruan tinggi menyempatkan hadir di kampus Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Kalimantan Barat. Kunjungan ini untuk memperkenalkan sekaligus memberikan dana bantuan Program Bidikmisi dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Papua dan Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).

Sebelum Nasir memberi sambutan, Rektor Untan melaporkan sekilas kondisi kampus Untan. “Sebagai nikmat Allah, terima kasih Pak Menteri berkesempatan hadir di kampus ini. Dan pada tahun ini kami memperoleh beasiswa Bidikmisi sebanyak 882 orang, berharap ke depannya kami mendapatkan angka 1000 (seribu) untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang membutuhkan,”’ sambut Rektor Untan Prof Thamrin Usman di awal Temu Ramah dengan Menristekdikti.

Alokasi Anggaran

Dirjen Belmawa yang turut mendampingi Menristekdikti juga menyampaikan keadaan beasiswa bidikmisi secara nasional. “Saya sampaikan bahwa Kemenristekdikti mengalokasikan dana sebesar Rp. 3,2 trilyun untuk beasiswa Bidikmisi sebagai biaya kuliah untuk 320,000 mahasiswa program sarjana dan politeknik di perguruan tinggi negeri/swasta. Adapun beasiswa ADik dianggarkan 40 Milyar Rupiah. Ini bagian dari kewajiban negara untuk terus meningkatkan pemberian akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh warga negara sampai ke jenjang pendidikan tinggi yang berkeadilan tanpa diskriminasi terutama bagi warga negara yang terkendala oleh ketidakmampuan keluarganya dari sisi ekonomi,” Ujar Intan. Guru besar ITB ini menambahkan bahwa pada tahun ini alokasi penerima Bidikmisi ditambah menjadi 75,000 mahasiswa. “Kami senang karena mahasiswa merespon baik program yang memberikan kesempatan mereka kuliah. Mahasiswa merespon dengan prestasi akademik yang tinggi,” ungkap Intan.

Dalam sambutannya, Nasir meminta para mahasiswa yang mendapatkan beasiswa untuk tidak hanya memikirkan unjuk rasa dan hanyaPM beri hadiah di Untan nonton YouTube saja. Nasir meminta para mahasiswa untuk terus belajar supaya bisa menjadi orang berhasil. “Saya mendorong supaya saudara-saudara belajar yang rajin. Bahasa Inggris juga ditingkatkan. Jangan mikirkan demo dan nonton YouTube saja,” ujar Nasir di depan ratusan mahasiswa Untan penerima program Bidikmisi dan ADik Papua dan 3T.

“Saya tidak pernah mimpi untuk menjadi menteri, tapi saya bermimpi untuk jadi orang sukses. We are not the first but the best. Kita bukan yang pertama tapi kita yang terbaik. Sukses tidak harus dari orang tua yang hebat dan sukses, tapi sukses tergantung individu masing-masing,” tutur Nasir.

Para penerima beasiswa juga diminta untuk menulis CV (Curriculum Vitae) yang akan mereka buat untuk Indonesia 20 tahun ke depan. Nasir meminta mereka untuk tidak berkecil hati dan terus bermimpi serta berusaha untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Untuk memberi semangat peserta beasiswa Bidikmisi dan ADik Papua dan 3T, Menristekdikti memberikan hadiah laptop dan uang saku kepada beberapa mahasiswa berprestasi. Untuk mahasiswa yang mendapat IPK di atas 3,9, Nasir memberikan laptop. Sedangkan mahasiswa dengan IPK di atas 3,8 mendapatkan uang saku. Total ada 2 orang, masing-masing 1 dari program studi IPA dan 1 dari program studi sosial, yang mendapatkan laptop. Seorang mahasiswa juga sempat memberikan kenang-kenangan karikatur bergambar M. Nasir, yang dibuatnya sendiri.

 Nasir juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Rumah Sakit Universitas Tanjungpura. Di sana Nasir berkeliling melihat fasilitas yang ada di UGD dan ICU RS tersebut. Seusai berkeliling RS, dan ke Laboratorium Bahasa,  Menristekdikti melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta. (AS/Editor/HKLI)