Home » Direktorat Pembelajaran

Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR-RI ke Universitas Sumatera Utara

17/09/2016

Medan – Belmawa. Sabtu 16 September 2016, Rombongan Anggota DPR-RI Komisi X didampingi Direktur Pembelajaran, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Paristiyanti Nurwardani, mengadakan kunjungan kerja spesifik ke Universitas Sumatera Utara (USU) bertempat di Gedung Pusat Administrasi, acara tersebut disambut oleh perwakilan Perguran Tinggi (PT) diantaranya Universitas Sumatera Utara(USU), Universitas Negeri Medan(UNIMED), dan Politeknik Negeri Medan (POLMED). Pada kunjungan kerja kali ini tim Komisi X DPR-RI bertujuan untuk mendengarkan keluhan, saran dan diskusi bersama wakil perguruan tinggi yang hadir.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor I USU Rosmayati, beliau mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada rombongan DPR Komisi X, khususnya Panja beasiswa Pendidikan Tinggi dan SM3T. Pada kesempatannya Rosmayati menyampaikan bahwa ada 49.091 mahasiswa terregistrasi di USU, program studi sebanyak 156, dan Fakultas sebanyak 15. Sementara jumlah penerima beasiswa dari tahun 2014-2015 ada sebanyak 5460 mahasiswa, sekitar 10-12% dari jumlah mahasiswa yang ada di USU, beasiswa yang diberikan antara lain PPA, bidikmisi dan ADIK, dan pada tahun 2016 untuk pertama sekali beasiswa BUDI sebanyak 24 orang.

Pada kesempatan selanjutnya Wakir Rektor II USU, Fidel Ganis Siregar juga menyampaikan kendala yang dihadapi dalam penerimaan beasiswa afirmasi dari Papua dan 3T. Banyak dinamika yang dihadapi dan hal tersebut menghambat sistem belajar di perguruan tinggi. Beliau berharap agar Komisi X DPR-RI menjadikan ini sebagai perhatian. Fidel juga menambahkan bahwa bantuan beasiswa 3T di USU hanya menerima dari Sumatera Barat dan Aceh, sementara dari Sumatera Utara khususnya NIAS belum ada.

Selanjutnya Abdul Rahman Wakil Direktrur II POLMED menyampaikan terkait bidikmisi ada peningkatan peserta dari 3 tahun terakhir, pada tahun 2016 memperoleh 210 orang dari total mahasiswa yang ada di Politeknik negeri Medan sebanyak 6200 orang. Seleksi bidikmisi sudah cukup baik. Adapun keluhan yang disampaikan adalah bantuan pendidikan PPA menurun, dari tahun 2014 mendapat 550 orang, 2016 hanya memperoleh 88 orang. Cukup jauh berkurangnya, kalau dilihat dari perekonomian mahasiswa di POLMED adalah menengah kebawah. POLMED berharap bantuan pendidikan PPA dapat ditingkatkan. Sementara bantuan afirmasi pendidikan tinggi ADIK baru dimulai tahun ini, terdapat 6 orang mahasiswa dari Papua. Sementara untuk Beasiswa BUDI belum ada yang mengikuti.

Perwakilan dari UNIMED Wakil Rektor III, Sahar Siagian menyampaikan jumlah mahasiswa UNIMED dari 25000 orang, penerima bantuan pendidikan hanya 6121 orang atau sekitar 24%. Jumlah mahasiswa PPA dan beasiswa lainnya tergolong sangat kecil, beasiswa yang mendapat bantuan bidikmisi sebanyak 2438 orang, sementara PPA 2753orang, UNIMED berharap perhatian dari Anggota komisi X agar jumlah itu khususnya beasiswa PPA dapat ditambah karena jumlah tersebut tergolong sangat kecil.
Pada kesempatannya Noor Achmad Ketua rombongan Komisi X DPR-RI menyampaikan sesuai Undang-Undang No. 20 tahun 2003 pasal 12, mengamanatkan agar memperhatikan calon-calon mahasiswa yang tidak mampu untuk mendapatkan bantuan pendidikan. Tujuannya untuk mengejar ketertinggalan kompetisi global, Angka Partisipasi Kasar(APK) PT di Indonesia pada tahun 2015 adalah 33,5% sebenarnya sudah melewati target yang awalnya 26,8%. Sementara negara tetangga sudah mencapai diatas 65%. Tahun 2010-2015 Kemenristekdikti telah mewujudkan biaya bantuan pendidikan bidikmisi mencapai 270.000 orang. Jumlah anggaran Kemenristekdikti pada tahun 2015 adalah sebesar Rp.40,63T dengan Rp. 39,66 T ditujukan bagi pendidikan tinggi.

Saat ini Komisi X telah membentuk panja beasiswa pendidikan tinggi dan SM3T yang tujuannya untuk melakukan evaluasi kebijakan, tatakelola, mekanisme seleksi beasiswa pendidikan tinggi yang meliputi Beasiswa S1 antara lain bantuan pendidikan Bidikmisi, Afirmasi Pendidikan Tinggi(Adik), Peningkatan Potensi Akademik(PPA). Beasiswa S2 dan S3 terdiri dari beasiswa pasca sarjana dalam dan luar negeri, dan pendidikan Magister menuju sarjana unggul. Beasiswa pendidikan negara berkembang, beasiswa Unggulan Dosen Indonesia(BUDI) dan LPDP terakhir sarjana Mengajar di daerah 3T (SM3T).

Noor Achmad menyampaikan maksud dan tujuan Rombongan Komisi X melakukan kunjungan kerja adalah untuk melakukan komunikasi yang intensif antara DPRI-RI khususnya Panja Beasiswa pendidikan tinggi dan SM3T dengan Universitas, Politeknik, Kopertis dan pemangku Pendidikan Tinggi di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Kedua adalah untuk melaksanakan fungsi pengawasan atas pelaksaan undang-undang termasuk pelaksanaan APBN khususnya dalam bidang Pendidikan Tinggi. Ketiga untuk menggali dan menyerap aspirasi dari pemangku PT dan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara terkait dengan prosedur pelaksanaan dan kendala yang dihadapi dalam melaksanakan program beasiswa Pendidikan Tinggi. Hasil dari kunjungan kerja kali ini adalah untuk mendapatkan masukan berupa data faktual tentang prosedur pelaksaan, permasalahan dan usulan perbaikan dalam pelaksanaan beasiswa PT dan SM3T khususnya di Prov. Sumatera Utara. Pada akhirnya Noor Achmad menyampaikan bahwa keluhan dan saran dari perwakilan PT yang hadir menjadi pertimbangan dan akan memperjuangkan dan mudah-mudahan nantinya dapat direalisasikan tutup Noor Achmad. (WAS/editor:HKLI)