Home » Berita

PESPARAWI Mengikat Kohesi Sosial di Kampus

08/09/2016

Medan – Belmawa.  Prof. Intan Ahmad, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengapresiasi “Mars Pesparawi” yang mencerminkan keanekaragaman kehidupan Indonesia. Mars Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) yang berjudul “Jayalah Pesparawi” diciptakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas HKBP Nommensen (UHN) akan diusulkan untuk dikukuhkan sebagai Mars Pesparawi, dan dinyanyikan pada setiap penyelenggaraan Pesparawi.

Upacara pembukaan Pesparawi Mahasiswa Nasional Ke-XIV tahun 2016 (3-7/9/16), dihadiri lebih dari 1.000 peserta ini diselenggarakan di Medan, Sumatera Utara dengan tuan rumah UHN. Didahului dengan defile para peserta terdiri dari 37 kelompok paduan suara dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

Upacara diawali dengan laporan dan sambutan dari tuan rumah, Rektor UHN, Dr. Ir. Sabam Manalu yang menyampaikan harapan agar acara berlangsung dengan baik, berkompetisi dengan cara bermartabat, guna membentuk rasa harga diri dan bersahabat. Sambutan kedua oleh perwakilan Gubernur Sumatera Utara, yang dibacakan oleh Drs. Robertson, Staf Ahli Gubernur Bidang Pertanahan dan Aset yang menyampaikan bahwa Pesparawi merupakan wadah untuk memperkokoh persaudaraan antar umat beragama sekaligus berdampak positif bagi keimanan mahasiswa.

Intan Ahmad yang membuka acara menyampaikan bahwa Pesparawi Mahasiswa Nasional merupakan salah satu program Ditjen. Belmawa bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam rangka mengembangkan minat dan bakat mahasiswa dalam bidang vokal, menyanyikan lagu-lagu rohani (gereja) untuk mengungkapkan rasa sujud syukur, memohon, dan memuji kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pesparawi diselenggarakan 2 (dua) tahun sekali dengan tujuan mahasiswa sebagai salah satu unsur penting dalam rangka penciptaan dan pencapaian tujuan pembangunan nasional, memahami persoalan hidup yang tidak semata berkutat dengan bidang akademik saja. “Mahasiswa harus mempelajari aspek lain disamping akademik. Mahasiswa harus belajar persoalan hidup, karena dalam kehidupan selalu ada kompetisi. Namun demikian berkompetisi harus dengan adil (fair play). Selama dalam latihan olah vokal  terjadi ikatan-ikatan sosial di kampus yang akan memperkaya diri mahasiswa”, demikian ujar Intan Ahmad.

Setiap kelompok paduan suara menampilkan 3 (tiga) lagu Kategori Musica Sacra dan 2 (dua) lagu Kategori Gospel/Spiritual dengan acapela danpesparawi1 diiringi musik akustik. Penilaian dilakukan oleh 5 (lima) juri yang berpengalaman dari dalam dan luar negeri, yaitu Prof. Dr. John Hooper, Profesor dari Canada, Prof. Dr. Perry Rumengan, M.Sn., Dosen dari Manado, Daud Kosasih, MACM., Pembina Musik Sekolah dari Medan, Delima Simamora, Dosen dari Jakarta dan Aida Swenson Simanjuntak, pendiri paduan suara yang terkenal dari Jakarta.

Juara Pesparawi tahun 2016 yaitu Kategori Musica Sacra, Juara I, Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Sam Ratulangi Manado, Juara II PSM Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, dan Juara III PSM Universitas Sumatera Utara, untuk Kategori Gospel/Spiritual, Juara I PSM Evangelist Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Juara II PSM Hotummesse Universitas Pattimura Ambon, dan Juara III PSM Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Penyelenggaraan Pesparawi ke-XV pada tahun 2018, diusulkan akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur atau di Papua. Acara penutupan dihadiri oleh Dr. Didin Wahidin, Direktur Kemahasiswaan yang menyampaikan rasa gembiranya bahwa Pesparawi 2016 terselenggara dengan baik. Seluruh peserta juga bergembira dan berharap masih dapat turut serta pada Pesparawi ke-XV. Sampai jumpa pada PESPARAWI ke-XV. (MG/Editor/HKLI)