Home » Berita

Uji Kompetensi Tingkatkan Mutu Lulusan Dokter Indonesia

31/08/2016

Lampung – Belmawa.  (20/8/2016), Untuk keempat kalinya, Universitas Malahayati menyelenggarakan Uji Kompetensi Program Profesi Dokter (UKMPPD) dengan peserta cukup banyak. Kegiatan CBT yang diselenggarakan di aula Computer Center UNMAL ini menghadirkan 232 mahasiswa dengan 5 orang perwakilan dari UISU.

Direktorat Penjaminan Mutu Ditjen Belmawa Kemenristekdikti mengawal penyelenggaraan UKMPPD oleh Panitia Nasional UKMPPD (PNUKMPPD) yang ditetapkan oleh Menristekdikti. UKMPPD periode Agustus 2016 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 19-20 Agustus 2016 untuk Computer-Based Test/CBT, dan tanggal 26-27 Agustus 2016 untuk Objective Structured Clinical Examination/OSCE. CBT diselenggarakan di 28 FK, dengan jumlah peserta CBT 4857 orang dan jumlah peserta OSCE 3109 orang.

Ketika diwawancarai, dr Dalfian Adnan, DK yang juga Ka Prodi FK UNMAL menyatakan ”Uji Kompetensi dengan CBT saya rasa sudah tepat dalam meningkatkan mutu lulusan sesuai dengan standar nasional, dan diharapkan mereka betul betul sudah teruji dengan standar minimal itu”. Selanjutnya, Dalfian menambahkan bahwa harapan kita agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat lebih terjamin. UKMPPD merupakan alat pemerintah untuk mengamankan kualitas layanan masyarakat. Mekanisme penggunaan CBT juga diterapkan sebagai metode penilaian baik pada ujian tengah atau akhir semester.  Mahasiswa yang akan diberangkatkan sebagai KOAS ke rumah sakit pendidkan diberi pembekalan dalam bentuk CBT internal. Dengan demikian, harapan kita, mereka sudah terbiasa dengan CBT yang bersifat nasional. Hal lain yang disampaikan Dalfian Adnan adalah bahwa mahasiswa yang telah selesai PPD, diberikan Progress Test ke satu sampai ke tiga, lalu diberikan try out hingga tiga kali selama kurang lebih 2 (dua) bulan jelang UKMPPD.  Hasilnya? Ada kemajuan dari 4 (empat) Ujian CBT, prosentasi kelulusan meningkat. Dari 36,5 % yang lulus di periode pertama Agustus 2015 hingga periode ke 4 (empat) di bulan Mei 2016 yang mencapai 62,56 %.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan  bahwa saat ini terdapat 83 Fakultas Kedokteran di sejumlah perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri dengan kualitas yang beragam. “Saat ini sejumlah 16 prodi dokter terakreditasi A, 32 prodi terakreditasi B, dan  35 terakreditasi C. Hasil kelulusan UKMPPD pun masih beragam, bahkan ada yang di bawah 30 %. Untuk itu, UKMPPD diharapkan dapat menjadi langkah yang konkrit dari pemerintah untuk menjamin mutu lulusan pendidikan dokter, yang pada akhirnya diharapkan dapat menghasilkan dokter yang berkualitas baik untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.” ungkap guru besar Undip ini.

Dengan peningkatkan mutu uji kompetensi secara berkelanjutan, diharapkan terwujud penguatan mutu standar uji (soal, sumber daya manusia, sarana/prasarana dan sistem kelembagaan panitia) secara berkesinambungan. Selain itu, hasil uji kompetensi juga akan menjadi dasar pembinaan program studi bidang kesehatan, dan penentuan kuota penerimaan mahasiswa baru program studi tersebut. Kerjasama yang erat dari berbagai stakeholders  pendidikan tinggi kesehatan, utamanya asosiasi institusi pendidikan dan organisasi profesi sangat diperlukan. (AS/editor/HKLI)