Home » Berita

Temu Mahasiswa Bidikmisi dan Adik di Provinsi Lampung

29/08/2016

Lampung – Belmawa. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi memberikan secara simbolis bantuan pendidikan Bidikmisi kepada 500 mahasiswa baru Universitas Lampung pada Kamis, 25 Agustus 2016.

Acara dibuka dengan laporan Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin. Hasriadi menyampaikan bahwa pada 2016 Unila menerima mahasiswa dari berbagai jalur yaitu 40% dari SMPTN, 30% dari SBMPTN, dan 30% dari jalur mandiri. Ia menambahkan “saat ini jumlah mahasiswa bidikmisi di Unila sebanyak 3795 orang, dengan rincian terdapat mahasiswa dengan IPK 4.0 sebanyak 0.5%, IPK  3.5 – 3.9 sebanyak 35%, dan  sebanyak 46 %  IPK  3 – 3.49. Sementara hanya 1% IPK dibawah 1.5. Ini membuktikan bahwa mahasiswa Bidikmisi 99% berhasil untuk mengikuti perkuliahan di Universitas Lampung,” jelas Hasriadi.

Hasriadi juga melaporkan kendala yang dihadapi dalam memfasilitasi mahasiswa kurang mampu.”Ini terkait fasilitas dormitori yang belum mampu menampung mahasiswa yang jumlahnya sekitar 1000 orang. Dengan satu Rusunawa tentu tidak cukup dan kita sedang usahakan agar dapat dibangun Rusunawa lagi”, ungkapnya .

Menristekdikti, M Nasir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bidikmisi adalah program pemerintah untuk menyelesaikan persoalan pendidikan tinggi di Indonesia.”Tidak selalu orang kaya pinter dan tidak selalu orang miskin bodoh. Anak bidikmisi pejuang, pekerja keras, dan menghasilkan IPK rata-rata tertinggi di Indonesia, oleh karena itu pemerintah selalu berusaha meningkatkan jumlah beasiswa untuk pendidikan tinggi. Kemenristekdikti telah mengalokasikan anggaran Bidikmisi dan Afirmasi Pendidikan (ADik} sebesar 4,3 T. Dengan pemangkasan, sehingga jumlahnya menjadi berkurang”.   Ungkap Nasir.beasiswa bidikmisi lampung

Nasir menambahkan  bahwa Kemenristekdikti akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Menteri Dalam Negeri untuk membantu kekurangan para mahasiswa.

Pada kesempatan itu, Menristekdikti memberikan hadiah berupa 4 laptop kepada 3 mahasiswa Bidikmisi dan  1 orang mahasiswa ADik Papua yang berprestasi.

Dalam dialog dengan mahasiswa, ditemui banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan untuk studi lanjut karena kurang mahir berbahasa asing. Mereka berharap agar dapat difasilitasi oleh Kemenristekdikti.(Was/editor/HKLI)