Home » Berita

Peresmian Fasilitas Pendidikan dan Penelitian Development Project of ITB

29/08/2016

Belmawa-Bandung. Menristekdikti Moh. Nasir meresmikan fasilitas pendidikan dan penelitian Development Project of ITB bekerjasama dengan JICA (29/8). Dalam peresmian ini turut hadir Dirjen Belmawa Intan Ahmad, Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Gufron, Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan dan Ando Naoki selaku Head of JICA Representative.

Ibu Reini Wirahadikusumah, Ketua Implementasi Proyek, membuka kegiatan seremonial dengan penyampaian laporan proyek. “Upaya pengembangan yang didanai JICA dan Indonesia meliputi pembangunan sejumlah gedung baru, renovasi gedung, pengadaan peralatan, buku dan pengembangan staf,” jelasnya.

Peresmian 4 gedung baru (Center for Advanced Sciences-CAS, Center for Infrastructure and Built Environment-CIBE, Center for Research and Community Service-CRCS, Center for Art, Design, and Language-CADL) dengan total luas lebih dari 39rb M2 tersebut bertujuan mendorong pengembangan pendidikan dan riset baik secara kualitatif maupun kuantitatif di ITB melalui peningkatan fasilitas dan kapasitas riset serta keterkaitan Universitas-Industri-Komunitas sehingga dapat berkontribusi bagi pengembangan SDM untuk kemajuan dan kejayaan bangsa.

Selanjutnya Rektor ITB Kadarsah Suryadi menyampaikan bahwa pelaksanaan pengembangan ITB ini melibatkan BPKP dan Kejaksaan agar sejalan dengan ketentuan dan peraturan pemerintah tentang pengadaan barang dan jasa.

Di samping itu, proyek pengembangan ini juga merenovasi 2 gedung, yaitu Gedung CADL dan Gedung Teknik Industri.

Ando Naoki menyampaikan selamat atas pelaksanaan pengembangan ITB serta ucapan terima kasih kepada para stakeholders.

“Indonesia sebagai salah satu anggota G20 merupakan bagian penting dalam pembangunan dunia dimana perlu dilakukan peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian melalui pengembangan berbagai fasilitas.
ITB merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi yg telah menghasilkan banyak aktor perubahan untuk kemajuan bangsa dan dunia, ” ungkap Ando.

Gubernur Jawa Barat mendukung penuh rangkaian pembangunan ini, salah satunya dengan hibah tanah untuk kampus ITB seluas 44 hektare dari Pemprov Jabar kepada Kemristekdikti.

Kerja sama antara Pemprov Jabar dengan ITB terkait lahan tersebut sudah dimulai sejak kepemimpinan Rektor ITB Djoko Santoso hingga masa kepemimpinan Kadarsah Suryadi. Dukungan ini sebagai kerja nyata pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

Menristekdikti Nasir memberikan sambutan, “ITB selaku motor penggerak pembangunan bangsa berperan amat penting. Selain fungsi pendidikan, perlu ditekankan peran riset dan inovasi oleh ITB agar dapat kompetitif di pasar global. Guna mewujudkan hal dimaksud, Perguruan Tinggi perlu bersinergi dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, terutama bagi perguruan tinggi yang sudah berbadan hukum,” terang Nasir.(editor:Febi)