Home » Berita

KOSEN Jepang Ciptakan Enjinir Sebagai “Social Doctor”

01/08/2016

Jepang – Belmawa. SEAMEO atau Southeast Asian Ministers of Education Organization adalah Organisasi menteri pendidikan se-Asia Tenggara yang sangat peduli dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis teknologi. Oleh karenanya, SEAMEO melakukan kerjasama dengan the National Institute of Technology (NIT) Jepang atau dikenal dengan nama KOSEN. Salah satu bentuk kerjasamanya adalah dengan menyelenggarakan the High Officials Country-Level Workshop on SEA-TVET dengan tema pendidikan teknik, di Jepang. pada 14-15 Juli 2016.  Peserta workshop merupakan para pengambil kebijakan di tingkat Asia Tenggara dan Jepang. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi diwakili oleh Kokok Haksono Dyatmika (PEDP) dan Hendra Suryanto (Direktorat Pembelajaran). Workshop sebagai ajang pertukaran informasi tentang model pendidikan teknik di Jepang, dan memperkuat pengembangan kemitraan antara institusi pendidikan teknik negara-negara Asia Tenggara dan Jepang.

Mengapa Asia Tenggara pilih KOSEN? Misi KOSEN mengembangkan enjinir-enjinir yang kreatif, penguasan praktis tinggi dan profesional yang akan memberikan konstribusi terhadap pengembangan negara dan dunia di abad 21. Di KOSEN, pendidikan keteknikan profesional dan teknik praktis yang berbasis sistem pendidikan diselenggarakan terpadu selama 5 tahun dengan pola pembelajaran umum dan khusus (spesialisasi) yang dikelola secara sistematis. Para siswa lulusan SMP (usia 15 tahuan) melalui seleksi yang ketat dapat masuk KOSEN. KOSEN sangat terkenal di kalangan perusahaan pengembangan dan manufaktur yang menopang Jepang sebagai negara yang berada di peringkat atas dunia dalam bidang sains dan teknologi, juga mampu merespon permintaan industri yang tinggi, sehingga memperoleh pengakuan yang tinggi dari industri. Moto KOSEN “We foster, practical dan professional engineers”. Jumlah KOSEN sebanyak 51 buah yang terdiri dari 55 kampus dibawah pengelolaan The Institute of National Colleges of Technology (INTC), Jepang. 1 KOSEN punya lebih dr 1 lokasi kampus.  KOSEN berasal dari Koutou (Unggul), Senmon (Profesional) dan Gakkou (Sekolah) yang menerapkan konsep kampus teknologi. Lembaga yg terdiri dr 55 lokasi kampus, dengan  4 (empat) bidang studi, yaitu: Mechanical Engineering, Electric/Electronic Engineering, Computer Science dan Chemical Science.

Presiden KOSEN menyampaikan bahwa lulusan KOSEN adalah para enjinir yang berfungsi sebagai “SOCIAL DOCTOR”.  Lulusan KOSEN adalah mereka WORKSHOP SISWA KOSEN-2yang memiliki kepedulian dan sensifitas sosial tinggi. Para enjinir harus berpikir bagaimana membantu orang lain melalui teknologi. Dalam konsep ini para siswa dididik menjadi para enjinir untuk memecahkan masalah sehari-hari yang dihadapi manusia. Para enjinir harus berpikir bagaimana teknologi menjadi solusi masalah. Teknologi menjadi solusi sosial kemanusiaan. Enjinir harus beripikir bagaimana membuat orang lebih senang atau bahagia, aman, nyaman, tentram atau lebih sejahtera melalui teknologi. Dalam konsep ini bagaimana enjiner mengkreasi teknologi yang membuat orang dari tidak nyaman menjadi nyaman, dari tidak enak menjadi enak, dari sulit menjadi mudah, dari tidak bisa menjadi bisa, dari berat menjadi ringan, dari boros menjadi hemat, dari membahayakan menjadi aman, dll. Jadi para enjiner berpikir bagaimana membantu manusia lainnya. Enjinir harus berfungsi sosial memikirkan, membantu dan membuat orang menjadi lebih baik dan lebih manusiawi. Enjinir mengembangkan teknologi dalam konteks fungsi sosial. KOSEN menerapkan pendidikan sosial melalui jalur teknologi (social education implementation).

KOSEN menerapkan pembelajaran dengan prinsip hands-on learning atau berbasis praktek sehingga anak banyak berbuat. KOSEN menekankanWORKSHOP SISWA KOSEN pada penemuan masalah oleh siswa (Finding problem by student is very important). Siswa menemukan masalah dan kemudian dilakukan pemecahan masalah melalui pendekatan proyek (Project Based Learning). KOSEN menerapkan pembelajaran melalui penerapan praktis teori. Siswa diberi tugas praktis dengan tujuan untuk memahami teori dalam aplikasi. Tugas-tugas praktis untuk mengembangkan impian-impian para siswa dalam menyelesaikan masalah.

Beberapa contoh proyek teknologi siswa seperti Proyek Robot (Beragam jenis robot), Proyek Power Saving Lighting System with Visible Light Communication (Berbasis program IT, pesanan industri), Proyek Traffic Light (Berbasis program IT, pesanan industri), Proyek Komponen/Material Mekanik (Pesanan industri) dan Proyek Guidance of Disabled People/Blind (Berbasis IT).  Jurusan Komputer Sains bukan saja mereka kuasai program dan pemograman, namun juga mereka kuasai untuk penerapannya dalam suatu teknologi (komputer sains terapan). Penerapan konsep “SOCIAL DOCTOR” melalui praktek, para siswa mengkreasi teknologi untuk tujuan sosial guna membuat hidup manusia lebih baik. Mereka berorientasi dan berpikir sosial atau membantu orang lain melalui pendekatan teknologi.

Kawasan Asia Tenggara menjadi mesin yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kecepatan inovasi menjadi jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Asia Tenggara perlu untuk mempercepat industrialisasi, perubahan paradigma dari industri padat karya menjadi padat teknologi dan nilai tambah  tinggi. Pembangunan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan vokasi sangat penting. Apakah di Indonesia akan dikembangkan model pendidikan teknik seperti KOSEN? Kebijakan yang akan menjawab.(HS/editor/HKLI)