Home » Berita

Forum Wakil Rektor/Direktur Bidang Kerja Sama Dukung Program Nawa Cita ‘Indonesia Cerdas’

28/07/2016

Ambon – Belmawa.  Memasuki era persaingan bebas, sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya alam (SDA) Indonesia. Kita harus menunjukkan keunggulan dan kemajuan SDM Indonesia dari berbagai bidang keahlian. Keberadaan Forum Wakil Rektor/Direktur Bidang Kerja Sama sangat dibutuhkan. Forum ini bertekad untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi se-Indonesia.

Kebijakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk membentuk Pusat Unggulan IPTEK membutuhkan dukungan semua pihak. Forum Wakil Rektor/Direktur Bidang Kerja Sama (Forwarek) bertekad untuk mendukung Pembentukan Pusat Unggulan IPTEK (PUI). Hal ini disampaikan oleh Prof. Ir. Jacobus Mose, P.hD dalam pertemuan Wakil Rektor/Direktur di Hotel Swiss Bell tanggal 21 sd 23 Juli 2016.

Forwarek Bidang Kerja Sama melakukan berbagai kegiatan untuk mendukung program pendidikan tinggi. Pada pertemuan tersebut, dihadir oleh Direktur Jenderal Sumber Daya IPTEK Dikti, Kepala Badan Akreditasi Perguruan Tinggi, Direktur Pembinaan Kelembagaan, Direktur Riset dan Pengabdian, Direktur LPDP, Kasubdit Kerja Sama Perguruan Tinggi, Kabag Hukum, Kerja Sama dan Layanan Informasi Ditjen SDID, Kabag Hukum, Kerja Sama dan Layanan Informasi Ditjen Belmawa dan dari perwakilan Lembaga Pemerintah Non Kementerian seperti Batan, LIPI, Bapeten, dan lainnya. Kegiatan Forwarek ini dihadiri oleh sebanyak 97 peserta dari Universitas, Politeknik, ISI, dan Universitas Pattimura.

Sambutan Direktur Pembinaan Kelembagaan mengatakan KemristekDikti sangat mendukung program-program Forum Wakil Rektor/Direkturforwarek2 Bidang Kerja Sama. Direktorat Pembinaan Kelembagaan memiliki program, diantaranya Pembentukan Pusat Unggulan IPTEK, Kerja Sama International, Hibah Konsorsium, dan lainnya.

Revitalisasi Forum Wakil Rektor/Direktur Bidang Kerja Sama ini sangat strategis dan dibutuhkan. Dirjen SDID, Prof. dr. Dr. Ali Gufron, P.hD mengatakan “tantangan terbesar Bangsa Indonesia ada pada Bidang Pendidikan. Kunci pendidikan pada pengembangan sumber daya manusia”. Pembicara lain, Kepala BAN PT, Prof. Dr. Mansyur Ramly mengatakan bahwa diperlukan peran Wakil Rektor/Direktur bidang Kerja Sama untuk membuat Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) dan memberikan masukan untuk penyempurnaan instrumen yang ada. Dalam instrumen yang masih difinalisasi memasukan 9 kriteria termasuk didalamnya Kerja Sama. semnetara Direktur LPDP, Abdul Kahar menyampaikan program-program LPDP. Para Wakil Rektor/Direktur dapat mensosialisasikan dan menyampaikan peluang-peluang tersebut kepada civitas academika masing-masing. Pembicara lainnya, Prof Oky sebagai Direktur Riset dan Pengabdian Pada Masyarakat, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mengatakan skema penelitian dan pengabdian pada masyarakat diperluas dan dapat dimanfaatkan baik secara individu maupun secara konsorsium. Hal ini menjadi Peran Strategis Forum Wakil Rektor/Direktur Bidang Kerja Sama untuk memanfaatkannya.

Ketua Forwarek yang baru terpilih periode 2016 sd 2018, Dr. Ir. Ahmad Muslim, M.Agr mengatakan Pengurus Forwarek akan terus berkomitmen untuk mendukung Program Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Dalam waktu dekat, Pengurus baru akan menyusun program kerja dan melaporkan hasilnya kepada Direktur Pembinaan Kelembagaan dan Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEK dan Dikti.

Pada pertemuan ini, ada harapan baru dan revitalisasi bidang kerja sama ke depannya. Diharapkan di semua Perguruan Tinggi Negeri memiliki Bidang Kerja Sama karena sangat dibutuhkan. Semoga pendidikan tinggi di Indonesia semakin maju dan berdaya saing tinggi. Forwarek mendukung program nawa cita “Indonesia Cerdas”. ( Dr. Misbah Fikrianto, MM, M.Si./Wakil Direktur Bidang Kerja Sama Politeknik Negeri Media Kreatif/editor/HKLI))