Home » Berita

Kunjungan Delegasi Tiongkok Guna Persiapan Pertemuan Menteri-Menteri Pendidikan ASEAN – Tiongkok

27/07/2016

Jakarta – Belmawa. Bertempat di ruang rapat Lt. 7, Gedung D Dikti Senayan, Intan Ahmad, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen. Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menerima kunjungan delegasi dari Tiongkok yang dipimpin oleh Ms. Chen Yinghui, Deputy Director General of Department of International Cooperation and Exchanges, the Ministry of Education, the People’s Republic of China, Kamis, 21 Juli 2016.

Kunjungan dimaksudkan sebagai rapat persiapan kunjungan para menteri di bidang pendidikan negara-negara anggota ASEAN guna menghadiri acara the 9th China – ASEAN Education Cooperation Week (CAECW) dan the 2nd China ASEAN Education Minister Roundtable Conference, yang akan diselenggarakan pada tanggal 1 – 7 Agustus 2016 di Guiyang, Guizhou Province, Tiongkok.

Delegasi Kemenristekdikti terdiri dari para pejabat terkait di bidang pendidikan, dipimpin langsung oleh Menristekdikti, M. Nasir yang akan mempresentasikan topik-topik: Skills and Talents Cultivation of the 21st Century;  Youth Employment and Enterprise Education, dan Education Reform and Innovation pada acara roundtable conference tersebut.

Dijadualkan pada tgl. 2 Agustus 2016, akan dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding antara Kemenristekdikti dengan the Ministry of Education, the People’s Republic of China on Establishing the China – Indonesia Scholarship in Higher Education Program. Memorandum saling pengertian tersebut akan mewadahi pemberian beasiswa dari Pemerintah Tiongkok bagi 100 pemuda-pemudi Indonesia yang akan studi di Tiongkok untuk program sarjana, master dan doktoral di bidang Kelautan, Kesehatan, Pariwisata, Pendidikan, dan bidang-bidang lainnya yang diperlukan, dimulai pada tahun 2017.

Pemerintah Tiongkok akan membiayai mahasiswa Indonesia selama masa studi, sedangkan Pemerintah Indonesia akan menyediakan dana perjalanannya. Dirjen. Belmawa menyambut baik hal ini, karena akan membuka kesempatan belajar bagi generasi muda Indonesia yang berprestasi, namun kurang beruntung dari segi finansial. (MG/Editor/HKLI)