Home » Berita

Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Workshop Joint Curriculum and Credit Transfer  

19/07/2016

Bali – Belmawa.  Workshop Indonesia-France-Thailand-Philippine Joint Curriculum and Credit Transfer yang berlangsung di Bali berjalan dengan lancar dan aman.  Acara yang disiapkan oleh Direktorat Pembelajaran Ditjen Belmawa ini menghadirkan beberapa delegasi dari negara-negara sahabat di Asean dan Perancis untuk membicarakan perlunya Credit Transfer dan Joint Curriculum sebagai bagian dari kerjasama ASEAN dalam rangka menghadapai Masyarakat ekonomi ASEAN.

Dalam paparan pertama, Dr Paristiyanti menyampaikan pentingnya keseimbangan soft skill dan hard skill  dalamworkshop bali kurikulum. Sebagai contoh,  tutur Paristiyanti, “ Kemampuan mahasiswa dalam penguasaan komunikasi, keterampilannya dalam membangun jejaring, prestasi dan mentalitas sangat diperlukan dalam menunjang keahlian. Sementara dalam hal kegiatan non-akademik, Paris menekankan “magang, pengalaman organisasi, pelayanan masyarakat, student mobility merupakan pra-syarat menjadi pemimpin di masa depan,” ujar Direktur Pembelajaran, Ditjen Belmawa Kemenristekdikti ini.

DR Buncha dari Kasetsart University Thailand banyak bicara soal kerjasama U to U dalam program Kredit Transfer. Beberapa kerjasama luar negeri yang dilakukannya seperti dengan Singapore (NTU), IPB dan UGM Indonesia, University Putra Malaysia, dan dengan University Toulouse, Montpellier 2 Perancis.  “Dengan 16 research stations yang dimiliki, Buncha menyebut Kasetsart University menjadi bagian evolusi pendidikan pertanian di Thailand. Hasilnya bisa terlihat seperti sekarang. Riset dan Pengembangan bidang pertanian maju pesat. Kasetsart University was part of the evolution of agricultural education in Thailand”, ujarnya.

Sebelumnya, ditemui saat persiapan berangkat di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bali pada hari kamis ini (14/7), Alam Nashroh Ikhlas,  Kepala Seksi Rekognisi Pembelajaran Lampau mengatakan bahwa persiapan  dari  undangan sampai konfirmasi para narasumber sudah sangat terencana. “InsyaAllah acara akan berlangsung lancar”.  Ujar Alam.

Beberapa Narasumber  dari dalam negeri,  diantaranya Dr. Suminar Setiati Achmadi. Profesor IPB ini banyak bercerita soal kolaborasi akademik dengan negara-negara asing, misalnya  joint degree yakni 2 universitas yang memiliki program studi yang sama dengan level yang sama dan secara bersama-sama menjalankan pendidikan sehinga mahasiswa tersebut dapat memenuhi persyaratan mendapat gelar pada satu universitas. Lalu ada dual or double degree yakni 2 universitas yang memiliki program studi yang berbeda pada level yang sama atau berbeda. Suminar juga bicara soal skema riset diantara kolaborasi universitas.  Kolaborasi riset ini harus berorientasi pada output riset dalam kerangka inovasi dan pengembangan sains dan teknologi yang bermanfaat pada masyarakat, bisnis dan industry, demikian paparan Suminar.

Dalam acara penutupan, dicapai kesepakatan untuk  dapat saling bertukar informasi terkait program Joint Curriculum dan Credit Transfer  antar universitas dalam mengakselerasi mutu pendidikan tinggi. (AS/editor Mega/HKLI)