Home » Berita

Dirjen Belmawa: Peran IdREN Harus Dirasakan Manfaatnya Bagi Mahasiswa

15/06/2016

Jakarta – Belmawa. Senin (14/6) Dirjen Belmawa, Prof. Intan memberi arahan pada tim gugus tugas (task force) IdREN Belmawa dalam FGD pengembangan kegiatan IdREN (Indonesian Research and Education Network) dan perjanjian kerjasama dengan operator lain. “Saya minta agar bisa lebih baik dari segi sains dan teknologi, IdREN ini harus ada di Indonesia, dan berbagai kegiatan harus bisa dirasakan (bermanfaat) melalui adanya IdREN, menghidupkan kembali vi-con, infrastruktur lama yang sudah ada perlu diutilisasikan kembali, ini mendesak”, ujar Intan. Guru besar ITB ini menambahkan agar manfaat IdREN bagi mahasiswa seperti dapat library access dari perguruan tinggi, memfasilitasi jurnal dapat terwujud secepatnya. “Bahkan kita dukung 1 – 2 orang tim untuk mengikuti kegiatan internasional untuk mengembangkan jejaring kerjasama terkait IdREN”.

 Acara yang dipimpin Akhmad Syarwani, Kabag HKLI Belmawa ini menampilkan beberapa narasumber antara lain Dr. Achmad Affandi dari ITS. Achmad Affandi yang sekaligus ketua gugus tugas IdREN ini menyampaikan perihal pembahasan ruang lingkup PKS Telkom. “Yang perlu dimatangkan adalah keanggotan pembagian working group (kelompok kerja), kepengurusan (adhoc: job-desc). Perlu disiapkan web untuk diseminasi layanan komunikasi dengan pengguna IdREN, perlu kajian bentuk organisasi IdREN, perlu dipikirkan aspek legalnya & service provider juga koordinasi dengan Kominfo, serta interkoneksi antar ISP lain. Sekarang ini, lanjut dosen ITS ini sudah terdapat sekitar 65 Perguruan Tinggi yang terhubung PT Telkom, yang secara teknis yang bisa dilayani saat ini adalah 17 PT”. Dan masih banyak hal teknis yang harus kita siapkan sebelum kita buat kerjasama dengan operator lain, tambah Affandi.

Pemapar lain dari Universitas Brawijawa, Achmad Basuki menyampaikan hal-hal teknis terkait IdREN. “Bahwa awalnya jaringan IdREN dimulai oleh Indosat, namun progresnya melambat. Telkom menggantikan Indosat, berinvestasi membangun jaringan 5+1 (Backbone L2 5 PTN + 1 IdREN Gate di Telkom Jatinegara), awal september 2015 IdREN mulai beroperasi. Telkom membentuk 17 Entitas (PT) menggunakan IdREN, wilayah Yogyakarta: 6, Jabar: 2, Jatim: 2, Sumsel: 2, Gorontalo: 1, Jateng: 1, Kalbar: 1, Kalsel: 1, dan Sumut: 1. Pandangan secara awam, potensi IdREN dan Jurnal (yang dapat memfasilitasi seluruh PT/PTS di Indonesia). misalnya, UNHAS sudah dikoneksikan linknya ke ITS, akan tetapi router untuk border gateway protocol (BGP) belum siap, termasuk network engineer-nya belum ada. Kita juga perlu perumusan kegiatan IdREN di tahun 2016 dan pengembangannya tahun 2017”. Abas (pangilan Achmad Basuki) memberi masukan perihal dukungan teknis layanan interkoneksi TEIN, koneksi dan konfigurasi router di gateway Telkom dan universitas, manajemen layanan dan help desk.

Selain itu, Widyawan dari UGM memberikan masukan tentang tim teknis yang memiliki clustering untuk pengaturan ISP per-wilayahnya, misal di wilayah Jawa menggunakan Telkom, tetapi Kalimantan menggunakan Indosat. Ditambahkan Adhi Yuniarto dari UI bahwa kita perlu melibatkan Kominfo (penguatan bantuan dana), selain dari Kemristekdikti untuk pengembangan IdREN.

Menurut Basuki Suhardiman dari ITB, “IdREN sebagai Model INHERENT, memiliki Autonomous System Number (ASN) dan NREN; jaringan ini juga hanya bisa diakses oleh NREN Indonesia”. (AS/editor/HKLI)