Home » Berita

Direktorat Pembelajaran Lakukan Simulasi E-Monev

13/06/2016

Yogyakarta – Belmawa.  Bertempat di ruang Senat Universitas Negeri Yogyakarta, Tim Direktorat Pembelajaran Ditjen Belmawa mengadakan rapat simulasi e-monev PPG 2016 jum’at (10/6). Rapat ini diselenggarakan dalam rangka penjaminan mutu dan standarisasi kompentensi lulusan Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi – Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Dasar (PPG-SMK/SD), dengan mengundang berbagai Nara Sumber beberapa universitas, antara lain DR Totok Bintoro Kepala LPP UNJ, Dr Paidi M.Si Lektor Kepala UNY, Dr Sugianto dari Universitas Negeri Semarang serta tim intern  Direktorat Pembelajaran.

Totok Bintoro dalam diskusi menyampaikan “e-monev PPG dimaksudkan agar LPTK dapat melakukan monitoring dan evauasi internal sehingga dapat diperoleh data penyelenggaraan Program PPG secara cepat dan efisien, yang selanjutnya akan diklarifikasi melalui monitoring dan evaluasi eksternal ke LPTK penyelenggara Program PPG. Selanjutnya Dosen FIP ini menambahkan bahwa untuk kegiatan  e- monev, “ kita harus menyusun instrument monev, seperti standard proses, standar sumber daya manusia, standar sarana prasaran  standar  pengelolaan dan standar pembiayaan”

Sugianto dari UNES menjelaskan tentang Instrumen monev yang masih dalam proses upload dalam system. Dia menambahkan “Pengisi kuesioner tidak bebas, artinya orang yang tidak di-setting untuk mengisi maka tidak akan dapat mengisi instrument monev. Selain itu, untuk LPTK yang akan mengisi akan dibuatkan akun-nya sehinga dapat login pada system ini. Formulir yang sudah dijawab akan berwarna hijau Kalau mau melakukan perubahan pada pilihannya, pilihanya yang sudah diklik/dipilih akan berwarna hijau, ketika mau diedit, tinggal klik saja pilihan yang menurut kita benar, maka otomatis akan berubah warna merah”. Demikian Sugianto  mengakhiri penjelasan terkait e-monev.

Sementara Paidi menyampaikan perlunya Belmawa menentukan tim yang akan ikut monev dan no hpnya tolong dicocokan untuk mempermudah komunikasi. Di sisi lain LPTK harus diberitahu lebih dahulu kalau ada e-monev termasuk bagaimana cara pengerjaannya.  “Instrumen kalau bisa diperbanyak dan dijilid dengan rapi, dibuatkan cover supaya resmi”.  Tambahnya.

Acara yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga pukul 23.00 ini berhasil mensimulasikan e-monev yang telah digagas oleh Paristiyanti Nurwardani, Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa sehingga perangkat yang sudah disiapkan sebagai tool dalam e-monev dapat diaplikasikan ketika e-monev dilakukan. (AS/Editor/HKLI)