Home » Berita

Pengayaan Mata Kuliah Wajib Umum di Perguruan Tinggi

06/06/2016

Yogyakarta – Belmawa. Maraknya permasalahan terkait peredaran narkoba, radikalisme/ terorisme, LGBT, intoleransi, tingkat pengangguran yang cukup tinggi, dan permasalahan lainnya dapat mengganggu kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa perlu mendapatkan peningkatan kompetensi dan nilai-nilai dasar berbangsa dan bernegara. Untuk itu dipandang perlu adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat bagi para mahasiswa melalui proses pembelajaran di perguruan tinggi.

Di sisi lain, terlaksananya MOU antara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan Kementerian Keuangan, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen. Belmawa) dengan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen. Pajak) mendorong pemahaman yang yang lebih holistik kepada para mahasiswa terkait kesadaran pajak. Untuk itu telah diselenggarakan Workshop Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) di Perguruan Tinggi pada tanggal 1 – 2 Juni 2016 di Hotel Sheraton Jogyakarta. Acara tersebut diikuti oleh para dosen pengajar Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU), yaitu Agama, Pancasila, Kewarganegaraan dan bahasa Indonesia, pengurus dan Anggota Forum Dosen MKWU yang baru terbentuk, pejabat dan staf  Ditjen. Pajak, serta pejabat dan staf Ditjen. Belmawa dengan jumlah peserta sebanyak ± 90 orang.

Tujuan workshop adalah untuk memberikan pengayaan dan penyamaan pandangan bahwa hendaknya mahasiswa menjadi lulusan yang berilmu, memiliki wawasan kebangsaan dan bela negara, open minded, kompetitif pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), analitis, komunikatif, toleran, memiliki jiwa entrepreneurship, tanggap terhadap lingkungan dan bertanggungjawab. Dimana kesemuanya itu merupakan isi dari tujuan MKWU.

Selaku tuan rumah, sebagai pembukaan workshop disampaikan oleh Yuli Christiono, Kepala Kantor Wilayah Pajak Yogyakarta yang dalam sambutannya menyampaikan kiranya pembangunan kesadaran pajak dimulai dari pendidikan dasar hingga ke pendidikan tinggi, dan perpajakan memegang peranan penting bagi pembangunan untuk mencapai kemandirian anggaran. Sedangkan Edi Mulyono, Kepala Sub Direktorat Pendidikan Akademik mewakili Direktur Pembelajaran menyampaikan pentingnya pengayaan Capaian Pembelajaran (CP) MKWU melalui General Education sebagai pengembangan pembelajaran yang berisi tentang pemahaman wawasan kebangsaan  (4 pilar: UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI). Sementara itu, Sanityas J. Prawatyani, Kepala Sub Direktorat Penyuluhan Ditjen Pajak menjelaskan pentingnya pajak yang merupakan kebijakan fiskal pemerintah. Pajak memiliki 2 (dua) fungsi yaitu fungsi budgeter (sumber penerimaan pajak) dan regular (pengaturan keadaan di masyarakat melalui kebijakan).

edimulyono2Dalam workshop ini para narasumber, yang terdiri dari Winarno dari UNS serta Udin S Winata dari Universitas Terbuka yang menyampaikan materi tentang penyusunan dan pengayaan CP MKWU, kesadaran pajak di perguruan tinggi melalui MKWU yang kemudian dilanjutkan dengan panel diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Arqom sebagai Ketua Forum Dosen MKWU. Diskusi berlangsung sangat interaktif antara peserta maupun narasumber dan ditutup dengan penyampaian rumusan dan rekomendasi tindak lanjut oleh Edi Mulyono, kiranya perlu adanya asosiasi pengampu mata kuliah wajib umum sehingga memudahkan dalam berkomunikasi dalam pengembangan kurikulum. Selain itu, perlu adanya peningkatan kuantitas dan kualitas dosen pengampu MKWU melalui penerimaan dosen baru dan pelatihan yang berkelanjutan.  (EM/Editor/ HKLI)