Home » Berita

The 3rd Expert Meeting of ASEM Work Placement Program in Tourism and Hospitality

02/06/2016

Bali – Belmawa. Kerjasama Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuka jalan dengan pihak lain termasuk dengan Masyarakat Eropa (European Union – EU). Kerjasama EU – ASIAN menuju ke arah “strategic level”, dengan membentuk The Asia-Europe Meeting (ASEM). ASEM merupakan pertemuan dialog informal bersama antar pimpinan negara dan pemerintahan dari Negara Asian dan Eropa. Kerja sama dalam ASEM berfokus pada bidang pendidikan, terutama penjaminan mutu dan pengakuan nilai kredit, kerja sama antara institusi pendidikan tinggi dengan industri, pendidikan vokasi (kejuruan)  dan pelatihan,  pembelajaran  seumur hidup serta  program mobility.

Aris Junaidi, Direktur Penjaminan Mutu, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai ketua pelaksana kegiatan ASEM di Bali tanggal 27 – 28 Mei 2016, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para peserta dari Jerman, Belgia, Romania, Thailand dan dari institusi terkait di Indonesia. Agenda ASEM ketiga ini dibagi menjadi dua komisi  yaitu komisi program internship  dan program pengembangan kurikuum bersama dibidang pariwisata dan perhotelan. “Diharapkan, kerjasama ini dapat meningkatkan mutu pendidikan Indonesia dengan mengirimkan para mahasiswa untuk ikut magang di Eropa dan Asian”, ujar Aris Junaidi menutup laporannya.

Sementara itu, Dirjen Belmawa, Intan Ahmad dalam pidato pembukaannya menyampaikan ”saya atas nama Menristekdikti menyampaikan salam hangat pada semua delegasi dari Eropa, Asian maupun instansi terkait di Indonesia yang berkenan hadir memenuhi undangan kami. Intan yang juga Guru Besar ITB ini menambahkan “betapa penting pertemuan ASEM ini karena kita bisa berdiskusi dengan tema yang saling menguntungkan dengan semua anggota delegasi ASEM. Kami juga sangat mendukung program prioritas ASEM Education Process seperti Penjaminan Mutu dan Pengakuan, Kegiatan bisnis dan industri dalam pendidikan, Program Mobility, Pembelajaran Sepanjang Usia termasuk Pendidikan Teknik, Kejuruan dan Pelatihan. Pertemuan program mobility ini akan tentunya tertuju pada satu kegiatan penting tentang proyek pengembangan kurikulum bersama. Diharapkan Institusi Pendidikan Tinggi Asian dan Eropa akan berhasil dalam kolaborasi setelah hampir empat tahun berdialog”. tutur Intan.

Dalam diskusi, dibicarakan tentang perlunya website yang bisa diakses terkait internship seperti yang disampaikan Brian delegasi dari Jerman. Ada 25 platforms (perusahaan) yang setuju untuk program internship ini dan 65 perusahaan untuk internship dengan prasyarat mahir bahasa Inggris. Sementara Karen Imam dari Universitas Binus menyampaikan bahwa tugas perguruan tinggi masing-masing  untuk menjelaskan dan meyakinkan perusahaan dalam proses internship ini.  Ada supervisi dari perguruan tinggi ketika internship karena banyak faktor yang akan terjadi seperti cultural shock.

Melalui the 3rd Expert Meeting of ASEM Work Placement Program in Tourism and Hospitality, diharapkan pertemuan ini  akan menghasilkan beberapa kebijakan yang dapat menjadi trigger kerjasama. (AS/Editor/HKLI)

Dokumentasi Kegiatan dapat dilihat pada tautan berikut :
Dokumentasi kegiatan