Home » Berita

Hindari Kecurangan, Kemristekdikti Perketat Pengawasan SBMPTN 2016

01/06/2016

Makassar – Belmawa. Jalannya Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN)  2016 diawasi oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) bersama pihak lokal. Saat monitoring di lokasi Ujian tertulis di Makasar (31/5/2016), Sekretaris Jenderal Kemristekdikti Ainun Naim memastikan ujian diselenggarakan secara tertib dan tanpa kendala.

Untuk menghindari adanya Joki, panitia lokal memperhatikan kesesuaian antara identitas peserta dengan peserta yang hadir. Rupa peserta  tes yang tidak sesuai dengan identitas yang dimiliki segera ditindak dan diinvestigasi oleh pihak kepolisian. “Saat ini, ada satu Joki yang ditemukan, anggota kami sedang memprosesnya sesuai hukum yang berlaku,” ungkap pihak Poltabes Makasar yang turut mengawal jalannya ujian di Panlok 82 berpusat di Universitas Hasanudin.

SBMPTN 2016 dilakukan dengan sistem tes berbasis komputer di 30 PTN. Hasil jawaban peserta disegel langsung dengan pengelola nilai di pusat.  Selain itu, disadur dari Republika, Kemristekdikti telah menyiapkan peretas yang mengamankan data soal agar tidak disalahgunakan.

pa ses di makasar1“Di Unhas, 60 peserta mengikuti tes SBMPTN berbasis komputer di Unhas,” jelas rektor Unhas Dwia Aries Tina Palubuhu. Tes basis komputer ini masih terbatas sebab masih bergantung pada kesiapan fasilitas di kampus. Walaupun begitu, ia memastikan tes tertulis yang diikuti sebagian besar peserta tes di panlok 82 diupayakan tidak luput dari kontrol, dari penyegelan soal hingga lembar jawaban serta karantina berkas.

Pengawasan pun dilakukan kepada peserta SBMPTN dengan kebutuhan khusus. “Dua difabel netra yang mengikuti ujian di Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Makasar dipandu oleh panitia dalam ruangan khusus,” ungkap Rektor UNM Husain Syam. Selain pemandu di ruangan, satu panitia bertugas memastikan dua peserta tersebut fokus mengerjakan soal tanpa diskusi dengan pihak panitia.  (febi/editor/HKLI)