Home » Berita

The Spirit Of ASEAN untuk Pendidikan Tinggi

31/05/2016

Malaysia – Belmawa.  Negara-negara yang tergabung dalam komunitas  ASEAN  telah mengadakan pertemuan di Kuala Lumpur Malaysia pada 23-26 Mei 2016 lalu. Tahun ini acara tersebut mengangkat tema “Fostering ASEAN Community of Learners: Empowering Lives through Education”. Hadir dalam pertemuan tersebut Paristiyanti Nurwardani Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa yang menjadi Pimpinan Delegasi Indonesia.  Doktor bidang Pangan ini menyampaikan hal-hal strategis tentang program kerjasama dan  peningkatan mutu pendidikan tinggi Indonesia melalui kerjasama internasional. Program ini antara lain memanfaatkan kerangka kerjasama antar negara-negara ASEAN, dan ASEAN dengan negara lain seperti Cina, Jepang, Korea, Jerman, Australia, New Zealand, Rusia, dan Amerika dalam bingkai program ASEAN. Program kerjasama seperti Credit Transfer, Joint Curriculum, Student college and Teachers/lectures mobility, program gelar bersama, riset, distance learning, cyber learning,  peningkatan mutu pendidikan tinggi ASEAN menjadi penekanan penting dari yang bersangkutan.

Pada kesempatan lain, Paristiyanti melakukan pertemuan bilateral dengan Cina untuk membahas kerjasama antar kedua negara, antara lain joint curriculum, student college, lecturers and staff of university mobility, master and doktoral degree. Dalam program mobilitas mahasiswa dapat meliputi bidang maritim, pendidikan, turisme dan perhotelan (hospitality and tourism industry) dan kesehatan. Untuk program  master and doktoral degree berupa beasiswa bersama misalnya pengobatan tradisional. Skema pembiayaan beasiswa untuk mahasiswa misalnya biaya keberangkatan dan biaya hidup sehari-hari dari Indonesia, pihak Cina memberikan biaya tinggal dan pembebasan biaya kuliah. Pihak Cina juga menyampaikan bahwa di Cina terdapat 200 jurusan tingkat master bidang pengobatan tradisional (traditional medicine).  Pada sisi yang lain, jika kerjasama berlangsung maka kerjasama gelar mendapat pengakuan oleh kedua negara dan lulusannya di Indonesia juag dapat diterima atau diakui oleh masyarakat Indonesia.  Selain Paristiyanti, hadir dalam delegasi Indonesia Jamhari Makruf dari UIN yang menyampaikan usulan program dengan tema “Workshop on Promoting Cross-Culture and Inter-Faith Educational Exchange in ASEAN”. 

Aktivitas Meeting ASEAN1Pertemuan lain juga dilakukan dengan New Zealand yang membahas kerjasama pendidikan tinggi. misalnya program revitalisasi LPTK, member of faculty/lecture mobility dan international scientific journal writing. Untuk program revitaliasi LPTK, New Zealand diminta membantu Universitas Negeri Medan untuk menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Terdapat 5 LPTK yang diprogramkan menjadi perguruan tinggi kelas dunia yaitu UNJ, UNY, UPI, UNNES dan UNIMED. UNJ, UNY, UPI, dan UNNES diproyeksikan kerjasama dengan Finlandia. Kerangka kerjasama ASEAN menjadi pintu gerbang untuk mengembangkan kerjasama pendidikan tinggi Indonesia dengan negara-negara lain lebih lanjut.  Selain pertemuan dengan NZ, Direktur Pembelajaran berdiskusi dengan delegasi Korea Selatan. Materi pembahasannya adalah pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi vokasi (High Education TVET)

Issue yang sangat strategis  bagi kerjasama pendidikan tinggi ASEAN adalah ASEAN University Network (AUN). AUN merupakan jejaring pendidikan tinggi ASEAN yang memiliki misi untuk menggerakkan peningkatan mutu pendidikan tinggi yang dapat diterima oleh masyarakat internasional, dan mengkondisikan integrasi regional terkait pengajaran dan pembelajaran di universitas, praktek penelitian dan berbagi pengetahuan. Dalam pertemuan ASEAN kali ini dibahas mengenai draft piagam AUN. Paristiyanti Nurwardani memberikan dukungan secara penuh tentang peran AUN untuk peningkatan mutu pendidikan ASEAN. Secara aktif memberikan masukan pula untuk revisi, koreksi dan memperkaya draft piagam ini, baik untuk kepentingan perguruan tinggi Indonesia maupun ASEAN. Berbagai program AUN antara lain AUN QA Chief Quality Officers Meeting yang membahas tentang sistem AUN QA (Quality Assurance), AUN QA Quality Assessment, AUN QA Training ASEAN University Network seperti Training Course for Accomplishing Program Assessment dan Assessor Training Workshop, serta ASEAN Credit Transfer System. AUN beranggotakan 30 universitas dari negara-negara ASEAN.

Pertemuan ASEAN kali ini terdiri dari beberapa rangkaian pertemuan antara lain 11th ASEAN Senior Officials Meeting dalam bidang pendidikan (SOM-ED),  7th Senior Officials Meeting Plus Three (SOM-ED Plus Three), 4th EAST ASIA SUMMIT Senior Officials Meeting (EAS SOM-ED), dan 9th ASEAN Education Minister Meeting (ASED).

Agenda pembahasan beragam bidang terutama terkait dengan pendidikan, baik tinggi maupun menengah dan dasar. Agenda pembahasan a.l. the Review and Revision of the AUN Charter, Development of the ASEAN work Plan on Education 2016-2020, The Application of the ASEAN Quality Assurance Network (AQAN), The ASEAN Qualifications Reference Framework (AQRF)-Governance and Structure, ASEAN-Cooperation (Cina, Korea, Jepang, Jerman, Rusia, Australia, USA, New Zealand). Khusus ASEAN + 3 memiliki program sebanyak 45 jenis, namun terdapat 18 program kerjasama pendidikan yang belum memiliki lead country. Untuk itu, Indonesia mengusulkan menjadi lead country untuk 3 (tiga program), yaitu: sandwich degree, joint study program, dan strengthening School network to promote education for sustainable development.  (HS/editor/HKLI)