Home » Uncategorized

Selangkah Lagi Menjadi Dokter Melalui Ujian OSCE

31/05/2016

Manado – Belmawa. Acara briefing untuk pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Malalayang berjalan dengan lancar, tertib dan dalam suasana yang menyenangkan. Pada tanggal 27 Mei 2016, Dr. Bambang Djarwoto, Pengawas Pusat dari Universitas Gajah Mada menyampaikan dengan jelas kepada 126 mahasiswa yang akan melaksanakan monitoring dan evaluasi Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPPD) tanggal 28-30 Mei 2016.
Didahului dengan yel-yel untuk memberikan semangat, kemudian Dr. Bambang menyampaikan bahwa UKMPPD tidak perlu menjadikan stress dan kekhawatiran tidak lulus. “Hari ini tidak perlu belajar lagi, tapi yang dibutuhkan adalah berdoa dan tenang. Silakan adik-adik mohon doa juga kepada orang tua agar ujian berjalan sukses dan lancar”. Dengan penuh pengalaman, Dr. Bambang menjelaskan dan memperagakan bagaimana tata cara jalannya ujian, dan perpindahan dari station 1 sampai dengan station 14, dimana 2 (dua) station, yaitu station 7 dan 14, tempat para peserta dapat beristirahat dan “tenang” kembali, sebelum memulai station berikutnya. Uji kompetensi ini menggunakan check-list, yaitu berupa rangkaian station yang masing-masing menggunakan waktu 5-15 menit. OSCE adalah instrumen untuk menilai komponen kompetensi klinik seperti history taking, pemeriksaan fisik, procedural skill, keterampilan komunikasi, interpretasi hasil lab, manajemen dan lain-lain. Tes OSCE yang terdiri dari 12 station ini mempunyai beberapa macam variasi yaitu pasient based, clinical task, dan written task, dalam tes OSCE, semua peserta mendapat soal yang sama sehingga tes ini objektif.
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi UKMPPD periode Mei, tanggal 28-30 Mei 2016 diikuti 5.139 mahasiswa di 59 Fakultas Kedokteran di seluruh Indonesia. Ujian ini merupakan pelaksanaan terbesar sepanjang pelaksanaan UKMPPD. Universitas Sam Ratulangi Manado menyelenggarakan OSCE dengan 126 peserta, yang semuanya berasal dari Unsrat. Penguji lokal berjumlah 62 orang, dan 3 berasal dari Universitas Udayana, Denpasar, Bali.
Prof.Dr.dr. Adrian Umboh,Sp.A(K), Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat menyampaikan bahwa adik-adik mahasiswa tinggal selangkah lagi menjadi dokter, jadi jangan disia-siakan. “Bekerja dengan sungguh-sungguh dan berdoa”, disampaikan pula bahwa sekarang ini di Unsrat terdapat 359 retaker, yaitu peserta yang belum lulus OSCE. “Kami berharap kiranya seluruh peserta dapat lulus pada ujian kali ini”, dan disambut dengan kata “amin” oleh seluruh peserta.
Tujuan OSCE yaitu untuk menilai kompetensi dan keterampilan klinis mahasiswa secara objektif dan terstruktur yang dilaksanakan secara serentak pada hari dan waktu yang sama di seluruh Indonesia. Universitas Gajah Mada merupakan pangkalan informasi teknologi yang terhubung dengan pelaksanaan OSCE tersebut, sehingga dalam hitungan detik seluruh pelaksanaan dapat dipantau.
Penanggungjawab OSCE Unsrat, dr. Hedison Polii, M.Kes., menyampaikan harapan kiranya pendanaan OSCE dapat lebih dipercepat pencairannya untuk peningkatan penanganan OSCE, mengingat hal-hal yang sama terjadi setiap tahun, misalnya peralatan IT harus lebih ditingkatkan, dan perlunya unit OSCE tersendiri di setiap Fakultas Kedokteran yang merupakan bagian dari unit organisasi di perguruan tinggi. (MG/Editor/HKLI)