Home » Berita

Diseminasi SPMI Di Seluruh Indonesia

30/05/2016

Jakarta – Belmawa. Bab III Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi mengukuhkan integrasi Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dalam sebuah sistem dengan perubahan nama menjadi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) dari sebelumnya Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi. SPM Dikti meliputi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI); Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti).

Sistem Penjaminan mutu Internal (SPMI) merupakan kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi (PT) secara otonom atau mandiri untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Namun demikian masih ada perguruan tinggi yang belum melaksanakan SPMI dengan baik bahkan ada PT yang belum mengenal SPMI.

Guna mendorong PT mengimplementasikan SPMI dengan baik dan terencana, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen. Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mempunyai tanggungjawab mensosialisasikan SPMI dengan kegiatan Diseminasi SPMI. Kegiatan ini bertujuan agar setiap perguruan tinggi menyadari bahwa tanggung jawab atas mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi tersebut tidak lagi sepenuhnya di tangan pemerintah.

Pada tahun anggaran 2016, Ditjen. Belmawa melalui Direktorat Penjaminan Mutu akan melaksanakan Diseminasi SPMI ke seluruh wilayah Indonesia, antara lain Kopertis Wilayah I di Medan, Kopertis Wilayah II di Bengkulu, Kopertis Wilayah IV di Bandung dan Serang, Kopertis Wilayah VIII di Kupang, Kopertis Wilayah IX di Kendari, Kopertis Wilayah X di Pekanbaru, Kopertis Wilayah XI di Pontianak, Kopertis Wilayah XII di Ambon, dan Kopertis Wilayah XIV di Jayapura.

Pada tanggal 20 Mei 2016, bertempat di Universitas Dehasen Bengkulu telah dilaksanakan Diseminasi SPMI untuk Kopertis Wilayah II (Sumsel, Bengkulu, Lampung dan Bangka-Belitung) dengan jumlah peserta 177 orang. Hadir sebagai narasumber adalah Prof. Bambang Suryo Atmono dari Universitas Parahiyangan Bandung, dan Prof. Tirza Hanum dari Universitas Lampung.

Syahrul Aminullah dalam pembukaannya menyampaikan tujuan dilakukannya diseminasi SPMI adalah agar PT menerapkan budaya mutu sehingga hasil akhir yang diperoleh mendapatkan akreditasi yang baik. Ditambahkan pula bahwa pelaksanaan penjaminan mutu di PT harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang ditetapkan oleh Menteri, yaitu Standar Nasional Pendidikan ditambah dengan Standar Penelitian dan Standar Pengabdian kepada Masyarakat. Disamping itu, ada pula Standar Pendidikan Tinggi yang ditetapkan oleh setiap PT dengan mengacu pada SN Dikti, yaitu Standar dalam Bidang Akademik dan Standar dalam Bidang Non-akademik.

Sementara  itu, Ketua Yayasan Dehasen Dr. H. Bando Amin selaku tuan rumah, ketika dimintai keterangan, ”Diseminasi SPMI ini sangat penting bagi PT khususnya di Universitas Dehasen, dan secara umum di wilayah Sumatera Bagian Selatan dan Bangka Belitung”. Diharapkan, dengan Diseminasi SPMI ini, kiranya upaya peningkatan mutu program studi di PT di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung mampu memenuhi instrumen akreditasi dengan baik. Ke depan dengan bimbingan teknis SPMI ini akan berdampak pada prodi tersebut yang akan meningkat menjadi akreditasi B. (Susis/Editor/HKLI)