Home » Berita

Pembukaan ON MIPA-PT 2016: Olimpiade adalah bagian Anak Muda Berbela Negara

25/05/2016

Jakarta – Belmawa. Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON MIPA-PT) berlangsung semarak (23/5/2016)  Direktur Jenderal Belmawa Intan Ahmad, Direktur Kemahasiswaan Didin Wahidin, Perwakilan Kopertis Wilayah, dewan juri, dan seluruh peserta beserta pembimbing turut hadir dalam perhelatan sains akbar ini. Para juara di olimpiade ini akan mendapatkan apresiasi dalam bentuk dana pembinaan dan beasiswa. Khusus untuk bidang matematika, pemenang nantinya akan dikirim ke Bulgaria untuk mengikuti Olimpiade Tingkat Internasional.

“Setiap tahunnya,  8 – 10 orang dikirim ke olimpiade Matematika Internasional mahasiswa di Bulgaria. Selama 12 tahun prestasi mahasiswa Indonesia sudah lumayan, kita memiliki jejak bagus pada kompetisi tersebut diantaranya memperoleh: 4 medali emas, 10 medali perak, 24 medali perunggu, serta 23 honorable mention, prestasi tersebut sudah cukup bagus, ” terangnya.

Walaupun begitu, belum ada kompetisi Internasional yg memadai untukbidang lain seperti  fisika, kimia dan biologi. “Di masa mendatang diharapkan Indonesia dapat menjadi perintis kompetisi Internasional untuk bidang yang lain,” ungkap Didin. Beliau mengucapkan terima kasih atas seluruh pihak yang terkait untuk melangsungkan acara ini, baik dosen, peserta, panitia dan dewan juri. Disela acara, peserta mengikuti seminar IT-preneurship demi pemahaman dan pemantik motivasi untuk berkreasi dan berinovasi.

Dirjen Belmawa Prof Intan Ahmad, setelah membuka acara secara resmi, menyampaikan bahwa Ilmu dasar menjadi indikator kemajuan suatu Negara. “Ilmu pengetahuan akhirnya menjadikan sesuatu, karena adanya ilmu dasar, penerapan ilmu dasar dapat kita lihat pada teknologi seperti search engine, vaksin, GPS. Negara maju memulai pendidikan usia dini, menengah, hingga universitas karena menerapkan inovasi agar menghasilkan teknologi yang luar biasa, dan itu dimulai dari ilmu dasar,” terangnya.”untuk pendidikan sekolah menengah, Posisi Indonesia di Programme for International Student Assessment PISA (studi internasional tentang prestasi literasi membaca, matematika, dan sains siswa sekolah berusia 15 tahun)  agak jauh di bawah Cina, Singapura, dan Hongkong. Tetapi Indonesia harus percaya diri karena sejarah membuktikan prestasi olimpiade Internasional, Indonesia gemilang,” Lanjut Intan. Ia pun menuturkan bahwa masa depan Indonesia yang akan datang di tangan generasi yang kini menjadi peserta olimpiade. “Dengan mengikuti Olimpiade, pandai menulis, olahraga dan sebagainya hal tersebut merupakan bagian dari bela Negara,” ungkapnya menunjukan pentingnya sungguh-sungguh dalam belajar bagi generasi muda.

Intan menambahkan bahwa abad ini adalah abad kompetisi. Para ahli mengatakan ilmu dan teknologi semata tidak cukup menghadapi kompleksitas permasalahan di abad 21 ini. “Perlu ditingkatkan kemampuan komunikasi yang baik, bekerjasama, dan entrepreneur untuk menghadapi sistem global ini. Dan yang paling tentang kemampuan kita memahami orang lain,” jelas mantan ketua senat mahasiswa ITB ini.(HKLI/Editor:Febi)

Dokumentasi kegiatan ON MIPAT-PT 2016 dapat dilihat pada tautan berikut :
Dokumentasi Kegiatan