Home » Berita

The 2nd High Officials Meeting SEA TVET

18/05/2016

Bali – Belmawa.   Dalam acara The 2nd High Officials Meeting  Southeast Asia Technical and Vocational Education and Training (SEA TVET) di Bali 12-14 Mei 2016, Direktur Pembelajaran, Ditjen Belmawa Paristiyanti Nurwardani menyampaikan tentang pentingnya KKNI, SN DIKTI, Sistem Penjaminan Mutu, Standar Mutu Pendidikan Profesi Guru. Selain itu pula, Doktor Pertanian Universitas Brawijaya Malang ini juga menambahkan tentang mobilitas siswa/mahasiswa, transfer kredit, kerja sama kurikulum, kerja sama gelar, sistem pendidikan terpadu dengan industri sebagai bagian dari kurikulum Pendidikan Tinggi.  Dengan  mengambil tema “TVET Higher Education Policies and Strategis on Harmonisation and Internationalisation”,  Paristiyanti tampil  menjadi salah satu pembicara kunci dalam acara ini.

Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 2nd High Officials Meeting SEA TVET (HOM SEA TVET) yang merupakan bagian dari  kegiatan SEAMEO, yaitu kerja sama negara-negara Asia Tenggara khususnya bidang pendidikan dan pelatihan keteknikan dan vokasi. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, berbagai stakeholders terkait terlibat seperti Direktorat Pembinaan SMK, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud bekerjasama dengan Direktorat Pembelajaran Kemenristekdikti, SEAMEO Sekretariat, SEAMEO Regional Centers (SEAMEO VOCTECH & SEAMEO SEAMOLEC) dan German Cooperation. Tema kegiatan kali ini adalah “Strengthening Effort towards Harmonisation and Internationalisation of TVET in Southeast Asia”.

Jajaran-Pimpinan-SEAMEO-Direktur-PembelajaranKegiatan diikuti oleh 350 peserta dari berbagai lembaga, seperti Kemendikbud, Kemenristekdikti, 12 LPTK (eks IKIP Indonesia), 18 Politeknik Negeri dan Swasta Indonesia, Politeknik dan Pendidikan Tinggi Asia Tenggara lainnya, Kepala SMK se-Asia Tenggara, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (P4TK), Kementerian Pendidikan dan yang terkait dari 11 negara (ASEAN + Timor Leste), Direktur Institusi TVET di Asia Tenggara, Alumni DAAD di Asia Tenggara, Alumni College Thailand,  praktisi TVET dan perwakilan sektor industri. Ditjen Belmawa diwakili Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwardani dan Kasi. Kurikulum Pendidikan Vokasi dan Profesi Hendra Suryanto.

Tujuan HOM kedua ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program SEA TVET tahun 2015-2016;  menentukan arah kebijakan dalam mempromosikan program harmonisasi dan internasionalisasi TVET di Asia Tenggara; dan menyepakati strategi regional ASEAN dalam meningkatkan partisipasi aktif sektor industri dan lembaga pengembangan lainnya. Kegiatan berfokus pada 5 bidang potensial terkait harmonisasi dan internasionalisasi lembaga TVET di Asia Tenggara, yaitu: hospitality & tourism, manufacturing, mechatronic, construction, agriculture dan fisheries.

Pada tahun 2016 merupakan tahun dimulainya implementasi TVET di bawah payung ASEAN secara terintegrasi. Program TVET antara lain pengembangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengakuan kualifikasi profesi dan integrasi industri lintas regional ASEAN untuk mempromosikan sumber daya regional ASEAN. Hal ini meningkatkan pergerakan perdagangan dan investasi yang cepat, juga termasuk mobilitas manusia lintas regional ASEAN.

Dalam HOM kedua ini dibahas berbagai isu strategis, antara lain: Regional Initiative to Improve Quality of TVET Education and Personnel in Southeast Asia; Indonesia TVET Policies and Strategis on Harmonisation and Internationalisation; Implementation of Best Practice on Internationalisation and Teacher & Student Exchange; Sharing Management Practices of Institution of Advances Technology Training and Services in Southeast Asia and other Regions; Partnersip wih Industry and Relevant Institution for Improving Quality of TVET and Student Capacity; Capacity Building through Industrial Partnership; Best Practicees Industrial Partnership Implementation; dan Action Plan from SEA Future TVET Teacher. Materi HOM kedua dapat diakses dalam web dengan alamat, sebagai berikut: seatvet.seameo.org dan psmk.kemdikbud.go.id.

Dalam sesi diskusi, Pimpinan SEA TVET dan Politeknik Indonesia dan Asia Tenggara membahas tentang program kerjasama ke depan, seperti program pertukaran mahasiswa, program workshop, program pengembangan kapasitas dosen, progran peningkatan mutu poltek, dll. Seluruh peserta bersepakat untuk melaksanakan program tersebut.   Selanjutnya, Pimpinan SEA TVET/SEAMEO juga melakukan diskusi khusus dengan kelompok LPTK Indonesia dan Asia Tenggara. Hasil pembahasannya berupa kerjasama pertukaran mahasiswa, program PPL bersama, pedagogi, metode pembelajaran aktual, pertukaram informasi, dll. Sebagai tindak lanjut, Universitas Tanjungpura akan mengirimkan 3 mahasiswa FKIP Jurusan Bahasa Inggris untuk program PPL di salah satu universitas di Thailand, sebaliknya, Universitas Tanjungpura (Untan) akan menerima 3 mahasiswa asing untuk magang PPL. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Rajamanggala University Thailand akan berpartisipasi dalam program pertukaran mahasiswa TVET  selama 1 bulan dengan mahasiswa Jurusan IT dan Mekanik.

Direktur Pembelajaran Ibu Paristiyanti Nurwardani atas nama Indonesia sebagai host dan panitia/organiser menutup acara HOM SEA TVET kedua, 14 Mei 2016. HOM kedua telah berlangsung dengan produktif dan memberikan manfaat dalam program pengembangan TVET dan peningkatan mutu TVET di Asia Tenggara. Penyelenggaraan HOM ketiga tahun 2017 akan dilaksanakan di Malaysia. (HS/editor/HKLI)