Home » Berita

Politeknik Harus Menghasilkan Skilled Worker Yang Unggul

18/05/2016

Manado – Belmawa. “Dalam lawatannya ke Jerman, Presiden Jokowi memberikan perhatian pada pendidikan vokasi yang sangat berkembang dengan baik. Sehingga sekembalinya ke tanah air, pendidikan vokasi ini langsung dikomunikasikan dalam rapat kabinet agar segera ditindaklanjuti. Selanjutnya Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan mengundang para Eselon I di jajarannya untuk berdiskusi tentang vokasi di Indonesia. Politeknik memang berbeda dengan pendidikan regular lainnya, di sekolah menengah maupun di perguruan tinggi. Pendidikan vokasi ini adalah pengajaran yang lebih menitikberatkan pada penguasaan ilmu dan pada akhirnya menghasilkan skilled worker”. Demikian dikemukakan oleh Prof. Intan Ahmad, Ph.D., Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen. Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam acara pertemuan Forum Direktur Politeknik se-Indonesia yang ke-11 di Manado, tanggal 15 Mei 2016.

Selanjutnya, Dirjen. Belmawa yang juga profesor lulusan Amerika Serikat itupun menyampaikan perlunya pemikiran bidang-bidang apa saja yang perlu dikembangkan untuk memenuhi pasar. Industri sudah menanyakan ke Kemristekdikti data tentang lulusan politeknik. Dan sangat disayangkan kalau akhirnya industri langsung berkomunikasi dengan politeknik masing-masing. Kiranya forum ini dapat memberikan usulan yang nantinya akan kita tindaklanjuti ke kementerian/lembaga terkait guna perbaikan ke depan.

Di awal pertemuan, Prof. Isa Setyasah Toha, Ph.D., Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri yang juga Direktur Politeknik Manufaktur Bandung menyampaikan bahwa Forum Direktur Politeknik se-Indonesia terdiri dari 263 politeknik dan 43 politeknik negeri dengan jumlah mahasiswa 240 ribu. “Forum ini dimaksudkan untuk mendiskusikan permasalahan yang ada dan pemecahannya di politeknik, seperti masalah administrasi yang spesifik, masalah-masalah kemahasiswaaan maupun permasalahan lainnya. Forum ini terdiri atas 3 (tiga) komisi, yaitu komisi pembelajaran, komisi penelitian dan komisi organisasi dan tata kelola. Ke depan seharusnya ada komisi kemahasiswaan”.

Dr. Didin Wahidin, Direktur Kemahasiswaan, Ditjen. Belmawa dalam penjelasannya menyampaikan program-program pemerintah yang memberikan insentif (dana bantuan) bagi peningkatan kreatifitas mahasiswa, antara lain Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) program untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajarinya di perkuliahan kepada masyarakat luas; Program Hibah Bina Desa (PHBD) yaitu program kepada mahasiswa agar berperan aktif dalam pembangunan melalui program pengabdian kepada desa; Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yaitu program untuk menumbuhkembangkan iklim dan budaya kewirausahaan. “Ketika mahasiswa masuk, kita memperkenalkan pendidikan tinggi, di tengah perkuliahan, kita membimbing, dan di akhir perkuliahan, kita memperkenalkan dunia kerja”. Untuk itulah pemerintah melalui Ditjen. Belmawa mendorong adanya Pusat Karir di perguruan tinggi, demikian ujar Didin dalam penjelasannya dalam mengantarkan para peserta didik politeknik menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Catatan dari diskusi panjang dan menarik, disampaikan beberapa hal yang mengemuka antara lain bahwa berkembangnya vokasi di negara maju, khususnya di Eropa karena terlibatnya industri secara masif yang secara langsung dapat menerima lulusan terbaik politeknik, dan tenaga asing (expatriate) di Indonesia dapat digunakan sebagai teknologi transfer. Kedua hal tersebut hendaknya dapat dikoordinasikan dan difasilitasi oleh pemerintah. Hal lain adalah adanya kerja sama Kemenristekdikti dengan Kementerian Perhubungan terkait sertifikasi lulusan teknik mesin perkapalan, dan guna menunjang peningkatan mahasiswa dalam belajar, kiranya laptop yang dulunya merupakan barang inventasi kantor, sekarang ini dapat dijadikan sebagai barang habis pakai mengingat harganya yang sudah tidak semahal dulu lagi. Terakhir, Prof. Intan Ahmad menyampaikan bahwa akan menindaklanjuti seluruh pertanyaan dan permasalahan yang timbul dari diskusi, dan diharapkan kiranya forum dapat menyatakannya secara tertulis kepada Menteri. (MG/HKLI/Editor)