Home » Berita

Kuliah Umum Dirjen Belmawa: Membangun Sumber Daya Manusia Berdaya Saing di Era MEA

18/05/2016

Manado – Belmawa. “Saya ke Manado dalam rangka membuka Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) ke-11 Politeknik seluruh Indonesia. Namun karena kecintaan saya pada Indonesia, saya harus menyempatkan diri memperhatikan generasi muda penerus bangsa”. Demikian kata pembuka yang diucapkan oleh Prof. Intan Ahmad, Ph.D., Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen. Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada kuliah umum di hadapan 1.000 lebih penerima dana bantuan Bidikmisi Politeknik Negeri Manado, tanggal 16 Mei 2016.

Selanjutnya, dengan panjang lebar dan bahasa yang komunikatif, Dirjen. Belmawa menyampaikan orasi ilmiahnya tentang bagaimana pentingnya generasi muda membangun jati diri untuk pembangunan Indonesia di masa mendatang. Disampaikan bahwa pada tahun 2030, Indonesia akan menjadi negara ke-7 terbesar yang maju ekonominya. Untuk itu, Indonesia harus menghasilkan skilled worker dan generasi muda harus lebih cerdas, dengan demikian Indonesia bangkit. Hal itu juga merupakan wujud bela negara. Politeknik sebagai tempat pendidikan terapan harus menghasilkan lulusan yang kreatif, dan dapat menjadi entreuprener, bukan hanya menjadi pekerja atau pegawai saja. Untuk lebih maju kita harus bekerja keras.

Guna menambah wawasan dan mendorong para mahasiswa, Prof. Intan juga memberikan beberapa contoh bagaimana mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi seorang pengusaha dengan mengembangkan hasil yang telah dipelajarinya dibangku kuliah menjadi karya yang bernilai ekonomi. Dari hasil diskusi dengan dosennya, Gibran Chuzaefah Amsi pun menawarkan sebuah inovasi baru. Pada November 2012 Gibran mendirikan perusahaan Cyber Aquaculture, perusahaan yang bergerak pada supporting system di bidang akuakultur dengan basis teknologi informatika dan cyber. Dimanapun dan kapanpun, dengan berbekal mobile phone, Gibran dapat memberikan pakan ternak pada ikan-ikan di kolam.

Sebelumnya, pada pembukaan, Direktur Politeknik Manado, Ir. Jemmy J. Rangan, MT. menyampaikan bahwa hadir 1.047 mahasiswa penerima Bidikmisi di aula yang besar dan baru berdiri. Sekarang ini, masih dalam proses akan ada Program Magister Teknik Sipil dengan bantuan dana dari Islamic Development Bank (IDB). Jemmy juga menyampaikan apresiasi yang besar atas perhatian dan kehadiran Dirjen. Belmawa dan Tim ke Politeknik Negeri Manado.

IA di ManadoPada acara diskusi, Dirjen. Belmawa menjawab dengan lugas semua pertanyaan dari mahasiswa, antara lain bahwa mahasiswa harus berintegritas, mempunyai kejujuran dalam diri sendiri, tidak terpuruk dengan keadaan, namun harus bangkit dengan memaksimalkan apa yang ada di sekitar. Hal ini menjawab pertanyaan dari seorang mahasiswa teknik sipil yang menyampaikan bahwa apabila di Politeknik Negeri Manado peralatannya dapat lengkap seperti di ITB, maka mereka juga akan maju seperti mahasiswa di ITB tersebut. Menjawab pertanyaan lain, Prof. Intan menyampaikan bahwa beasiswa dan insentif juga merupakan salah satu cara dari pemerintah untuk mendorong peningkatan sumber daya manusia. Bila SDM nya bagus dan berdaya saing, juga akan meningkatkan perekonomian bangsa.  (MG/HKLI/Editor)