Home » Berita

Ditjen Belmawa Dorong Penerapan KPT Sesuai SN Dikti dan KKNI Di PT Wilayah Kopertis I (Medan), X (Padang) dan XIII (Aceh)

18/05/2016

 Medan – Belmawa.  Amanat UU No. 12 Tahun 2012 pasal 35 tentang Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) merupakan seperangkat rencana  dan  pengaturan  mengenai tujuan,  isi,   dan bahan   ajar   serta   cara   yang  digunakan   sebagai pedoman   penyelenggaraan   kegiatan   pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi. Kurikulum dikembangkan oleh setiap perguruan tinggi berdasarkan SN Dikti untuk setiap program studi yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, akhlak mulia dan keterampilan. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) pada tahun 2016 ini merancang sejumlah progam terkait dengan pengembangan dan penerapan KPT di perguruan tinggi. Penerapan KPT tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan-lulusan yang bermutu, berkarakter dan mempunyai nilai-nilai kebangsaan serta relevan dengan  pembangunan nasional termasuk kebutuhan tenaga terdidik dan terampil di dunia industri.

Dalam upaya  mendorong terwujudnya penerapan KPT di seluruh perguruan tinggi dan melanjutkan workshop-workshop sebelumnya, pada tanggal 13 Mei 2016 sampai dengan 14 Mei 2016 di Medan, Sumatera Utara, telah diadakan Workshop Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi tahap keempat yang diikuti oleh 110 ( seratus sepuluh) perguruan tinggi ( akademik dan vokasi) dari kopertis wilayah I, X dan XIII. Masing-masing perguruan tinggi diwakili oleh 1 (satu) orang tim pengembangan kurikulum pendidikan tinggi.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan tinggi yang bermuara pada peningkatan mutu lulusan. dan  terciptanya forum komunikasi antar program studi dan saling berbagi pengalaman dibidang penyusunan kurikulum, serta untuk memotret permasalahan yang menghambat implementasi kurikulum yang berorientasi KKNI dan mengacu pada SN Dikti,di perguruan tinggi.

edi pangestu1Workshop ini dibuka oleh Paristiyanti Nurwardani, Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa. Dalam sambutannya, Paristiyanti yang juga doktor lulusan Universitas Brawijaya menyampaikan,”Dalam menghadapi tantangan dan persaingan global, ratifikasi Indonesia di berbagai konvensi internasional serta menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) , penerapan kurikulum dan CP berorientasi KKNI harus segera dilaksanakan”. Diharapkan lulusan perguruan tinggi menjadi lulusan yang berilmu dan beradab. Paristiyanti yang juga Dosen Universitas Suryakancana Cianjur menyampaikan “permasalahan bangsa saat ini yaitu rendahnya cinta tanah air, radikalisme, intoleransi, kurang siap menghadapi MEA, narkoba, dan pengangguran sarjana”. Dan menurut penelitian Bank Dunia kritik terhadap lulusan adalah English proficiency, leadership, organization, communication higher order thinking, dan IT skills. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Koopertis Wilayah I ( Medan ) Prof.Dian Armanto yang menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap pelaksanaan workshop ini dan berharap dapat ditingkatkan jumlah peserta dari perguruan tinggi diwilayahnya. Dia juga menyampaikan  bahwa workshop penyusunan kurikulum yang dilaksanakan di wilayah kopertis I, X dan XIII ini sangat membantu dalam mengembangkan kompetensi para dosen penyusun kurikulum di perguruan tinggi masing-masing. Beliau berharap para peserta workshop dapat menularkan pengetahuannya kepada para dosen lain yang tidak dapat hadir pada workshop ini.

Workshop ini, selain disajikan materi sebagai pengayaan dari para tim pengembang kurikulum dengan topik Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi, Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester, dan Strategi Pembelajaran, serta Format  contoh Penyusunan Rencangan Pembelajaran Semester (RPS)  mengacu pada SN Dikti, juga  dilanjutkan dengan diskusi yang cukup interaktif. Setelah  peserta mendapatkan pengetahuan tentang sistematika penyusunan kurikulum pendidikan tinggi, maka dilanjutkan dengan sesi menyusun dan menyajikan kurikulum dari masing masing program studi (prodi) peserta. Tindak lanjut dari workshop ini diharapkan agar setiap peserta segera menerapkan kurikulum mengacu SN Dikti dan KKNI. Direktorat Jenderal Belmawa akan lebih intensif melakukan sosialisasi dan diseminasi serta pelatihan secara berkelanjutan, dan menyusun panduan ringkas tentang penyusunan KPT, CP serta penilainnya. Dari hasil penyusunan KPT dan RPS oleh peserta akan dilakukan revieuw oleh TIM Pengembang Kurikulum untuk memilih beberapa rancangan terbaik untuk dijadikan contoh model. (EM/Dibela/ HKLI/Editor)