Home » Berita

Dirjen Belmawa Kemenristekdikti : Perguruan Tinggi Swasta Harus Berkualitas dan Berdaya Saing

16/05/2016

Lampung – Belmawa.     Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Prof. Intan Ahmad hadir dalam acara Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan Kopertis Wilayah II Tahun 2016 dengan tema “Menuju Perguruan Tinggi Swasta Yang Berkualitas dan Berdaya Saing” (14/5/2016). Acara ini dihadiri oleh Koordinator Kopertis Wilayah II, Dr. Agus Indarjo; Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Prof. Diah Natalisa; serta perwakilan dari Gubernur, Walikota, Kapolda, Kapolres, dan Kadisdik Provinsi Lampung. Acara yang diselenggarakan setiap tahun ini juga dihadiri oleh 213 peserta dari 4 (empat) wilayah kerja Kopertis II, di antaranya Provinsi Sumatera Selatan 103 orang, Provinsi Lampung 79 orang, Provinsi Bengkulu 16 orang, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 15 orang.

Hamidah Lubis selaku Ketua Panitia menyampaikan tujuan penyelenggaraan rapat kerja ini, yaitu untuk mendapatkan masukan permasalahan dan kebijakan yang ada bagi perguruan tinggi swasta di Kopertis wilayah II, sekaligus sebagai ajang silaturahmi pimpinan perguruan tinggi di Kopertis wilayah II. Mewakili Menteri Ristek dan Dikti, Intan memberikan sambutan dan membuka acara secara resmi. Intan juga didaulat untuk memberikan paparan terkait program Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Menurut Intan, untuk menjadi perguruan tinggi swasta yang berkualitas dan berdaya saing, wawasan dan komitmen dalam mengupayakan mutu secara berkelanjutan perlu terus diperkuat. Berbagai perubahan dan pembaharuan yang diarahkan untuk kemajuan harus dilakukan tanpa henti. Daya saing bangsa dapat dihasilkan dari SDM berkualitas yang diluluskan oleh perguruan tinggi yang tercermin dari lulusan-lulusannya yang dapat bekerja dengan baik sesuai dengan tingkat pendidikannya, tambahnya.

Dalam paparan khusus mengenai program Ditjen Belmawa, Intan menyampaikan beberapa program unggulan tahun 2016, di antaranya program Sistem Verifikasi Ijazah Elektronik (SIVIL), General Education dan Jaringan Indonesia Research and Eduction Network (IdREN).  SIVIL dikembangkan untuk memudahkan masyarakat mengecek keabsahan ijazah secara daring. IdREN dikembangkan untuk memperluas interkoneksi berbasiis TIK bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan pendidikan dan riset secara nasional juga internasional, sedangkan General Education merupakan pengembangan konsep dan pendekatan agar mahasiswa mampu berpikir kritis, membaca, menulis, kemampuan berkomunikasi secara efektif, memiliki wawasan kebangsaan dan bela negara yang pada akhirnya ditujukan untuk meningkatkan daya saing bangsa. (Andri/Editor/HKLI))