Dit. Pembelajaran Ditjen Belmawa Kembangkan Panduan Kurikulum dan Teknologi Pembelajaran Pendidikan Vokasi

hendra1Jakarta – Belmawa.   Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa Kemenristekdikti , Paristiyanti Nurwardani menyatakan bahwa kita perlu mengambil langkah-langkah kongkrit terhadap apa yang menjadi perhatian serius Presiden RI Jokowi tentang peran strategis pendidikan vokasi. Presiden RI dalam kunjungan ke Jerman beberapa waktu lalu dan dalam berbagai kesempatan memberikan penekanan bahwa pendidikan vokasi agar lebih dikembangkan lagi dalam berbagai bidang yang kontekstual Indonesia seperti kemaritiman, pertanian, pembangkit listrik dan kelistrikan, tekstil dll.

Pada tahun 2016, Direktorat Pembelajaran bekerja sama dengan para pakar pendidikan tinggi vokasi dan bidang lain yang relevan sedang mengembangkan panduan kurikulum dan teknologi pembelajaran pendidikan tinggi vokasi.  Terdapat banyak hal yang perlu dikemukakan tentang pendidikan vokasi, seperti pentingnya pendidikan vokasi, trend pendidikan vokasi, parameter/kekhasan karakteristik pendidikan vokasi sebagai dasar pengembangan kurikulum, proses pembelajaran vokasi, standar pendidikan vokasi, perumusan capaian pembelajaran (profil  dan  CP), profesi, pembentukan mata kuliah; penyusunan struktur  kurikulum, pembelajaran (perencanaan, proses dan penilaian pembelajaran), rancangan teknologi pembelajaran, pendekatan dan metode pembelajaran Student Centered Learning, menghadirkan industri ke kampus (teaching factory), evaluasi program pembelajaran.

Di samping itu, juga perlu disajikan tentang success story atau best practice kurikulum dan teknologi pembelajaran dari beberapa politeknik dan pendidikan tinggi vokasi lainnya. Misalnya, kurikulum dan teknologi pembelajaran dengan Prodi Pembangkit Listrik, Kelistrikan, Kelautan, Pertanian, Permesinan, Tekstil, Industri Kreatif, Kesehatan, Kepariwisataan/hospitality, bisnis.  Dari sini dapat dipetik pembelejaran (lesson learned) hal yang baik dan telah berhasil dilaksanakan oleh perguruan tinggi vokasi. Keberhasilan ini bagi perguruan tinggi yang bersangkutan merupakan hal hal yang secara terus meneruh dijaga dan dilanjutkan keberhasilannya. Pada sisi yang lain, bahwa perguruan tinggi lain dapat menjadi contoh nyata yang dapat dijadikan rujukan dalam upaya mencapai keberhasilan yang serupa sekalipun berbeda bidangnya. Adanya percontohan yang baik, lebih penting dari pada sekedar konseptual, dan menjadi pemicu untuk mendorong perguruan tinggi lain untuk lebih baik lagi.

Tujuan panduan kurikulum dan teknologi pembelajaran antara lain meningkatkan pembelajaran dan saling berbagi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi vokasi, meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang peran strategis pendidikan vokasi bagi pengembangan tenaga kerja yang terampil sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, mendorong kerjasama antar perguruan tinggi bidang vokasi, dan mendorong perguruan tinggi vokasi untuk lebih baik lagi. Pengembangan panduan ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Tentu saja, panduan ini juga diharapkan akan bermanfaat bagi para pihak lain yang relevan dan membutuhkannya.

Direktorat Pembelajaran membentuk tim pengembang panduan kurikulum dan teknologi pembelajaran pendidikan vokasi yang terdiri dari beragam unsur, yang antara lain dari berbagai politeknik di Indonesia dan perguruan tinggi lain. Pengembangan panduan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam bidang pendidikan vokasi dari Direktorat Pembelajaran dalam rangka pengejawantahan amanah Presiden RI tentang pendidikan vokasi.( HS/editor/HKLI)