Home » Berita

Musyawarah Nasional Aprobsi Mewujudkan Indonesia Yang Mandiri

09/05/2016

Makasar – Belmawa.        Musyawarah nasional III dan seminar Nasional Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (APROBSI) ,  dihadiri  Intan Ahmad, Dirjen Pembelajaraan dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi,  Dadang Sunendar Kepala Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Endri Boeriswaty Ketua APROBSI Pusat , Para Sesepuh pendiri APROBSI dan juga dihadiri para Ketua Jurusan, Ketua Prodi, S1, S2, dan S3, Dosen, Guru, Dan lembaga non Perguruan Tinggi PTN dan PTS yang berasal dari berbagai daerah. Acara ini berlangsung dari tanggal 29 s.d  30 April 2016 di Makasar.

Ketua panitia APROBSI pusat Endri dalam sambutan singkat menyatakan  “Tujuan pelaksanaan Munas dan seminar nasional ini adalah untuk mewujudkan kemitraan dan pemberdayaan program studi bahasa dan sastra indonesia yang mandiri sehingga menghasilkan kurikulum studi dan rumusan kebijakan yang strategis”. Ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan sukses.

Dirjen Belmawa, Intan Ahmad yang  membuka acara  menyambut baik dengan diadakannya acara Musyrawah dan  Seminar  Nasional  Asosiasi Program  Studi  Bahasa  dan  Sastra  Indonesia (APROBSI), “Kementerian melihat kegiatan ini sangat baik sekali bisa bertemu dan saling tukar pendapat diantara pengelola untuk memajukan bahasa dan sastra indonesia, Indonesia harus obyektif menilai keberadaan  bahasa indonesia karena ini suatu keberkahan memiliki bahasa kesatuan yaitu bahasa indonesia” ujar Guru Besar ITB ini.

Menurut Intan, ” Keberadaan APROBSI sangat baik dan aktif, selalu memberikan  semangat kepada para anggotanya, Karena para anggotanya sebelumnya  adalah  Dosen dan Mahasiswa. Maka dari itu,  Intan berpesan kepada para peserta MUNAS APROBSI dan Seminar nasional, manfaatkan waktu pertemuan dua hari ini untuk aktif dan semangat memberikan pendapat, masukan, Saling belajar, saling asah dan asuh untuk bangsa tercinta”. (SR/HKLI-Edt)