Home » Berita

Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Lakukan Kunjungan Kerja ke Ditjen Belmawa

09/05/2016

Jakarta – Belmawa.    Direktorat Jenderal Belmawa Kemenristekdikti menerima rombongan komisi D DPRD prop Sulawesi Tengara yang dipimpin Ketua Komisi D Yandu Salam dan Wakil Ketua Muhammad Jafar serta  12 orang anggota Dewan. Rombongan diterima Dr syahril Chaniago Kepala Bagian Umum Ditjen Belmawa   di ruang pertemuan lantai 7 ditjen Belmawa pada 5 Mei 2016.

Dalam kesempatan tatap muka, pimpinan rombongan Yandu Salam menjelaskan secara umum tentang pendidikan di propinsi Sulawesi Tenggara. “Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) sejak tahun 2008-2011 telah memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap pembangunan Pendidikan di Sulawesi Tenggara, sejak BOP di gulirkan aksesibilitas pendidikan menengah meningkat cukup signifikan. Hal ini juga di gambarkan oleh publikasi yang disampaikan oleh media Kompas tanggal 28 Desember 2011 tentang Disparitas APK antar Provinsi dimana Sultra mencapai 92,2% (Target Nasional 2014/2015: 69,6 %). Untuk Pendidikan Tinggi, kami mohon informasi terkait beasiswa bidik misi dan misi afirmasi yang menjadi ranah direktorat pembelajaran dan kemahasiswaan’” Demikian disampaikan Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.

Menanggapi pertanyaan dari ketua dewan, Syahril Chaniago menyampaikan dalam  Bidikmisi ada Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab V pasal 12 (1.c), menyebutkan bahwa setiap persrta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu mebiayai pendidikannya. Sasaran program bantuan pendidikan bidikmisi adalah lulusan satuan pendidikan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik. Sementara untuk UKT, Syahril yang juga doctor lulusan UNJ ini menyatakan Daerah dan DPRD untuk saling mendukung program UKT sesuai ekonomi daerah dan kemampuan ekonomi keluarga serta sesuai permenristek no 22 thn 2015.

Sedangkan untuk bantuan afirmasi, disampaikan syahril bahwa  Program Afirmasi ADik bagi Putra-Putri Asli Papua dan wilayah Timur merupakan salah satu upaya untuk mengatasi lemahnya latar belakang pendidikan dan memperkuat rantai kesatuan berbangsa dengan peningkatan akses dan penuntasan pendidikan tinggi di daerah dengan kondisi khusus. Juga memberikan kesempatan kepada putra-putri asli Papua, dan wilayah Timur Indonesia , lulusan SMA sederajat yang berprestasi akademik baik, untuk memperoleh pendidikan di PTN terbaik, melalui seleksi nasional dan seleksi khusus bagi siswa berprestasi akademik di SMA sederajat.  Sasaran program adalah Putra-Putri Asli Papua dan wilayah Timur lulusan pendidikan SMA sederajat serta memiliki potensi akademik baik. (AS/editor/HKLI)